Minggu, 16 Juni 2013

Malapetaka hujan api - diterima tgl 16 Juni 2013

Pada tanggal 16 Juni 2013 saya berdoa bersama teman teman saya. Saya tahu persekutuan ini memang penting untuk membangun iman dan menyalakan api roh kudus agar selalu tetap menyala nyala rohani kita. Bukankah firman Yahwe mengatakan lebih baik 1 hari dirumah Tuhan daripada seribu hari ditempat lain.

Pada saat saya berdoa, seperti biasa penyembahan dan memuji terus mengalir untuk memuji kemurahan dan keagungan Yahwe dan saat saya mulai berbahasa roh. Saya merasa ada suatu urapan yang mengalir disaat penyembahan yang kami lakukan.
Saat berbahasa roh, saya mendengar suatu perkatakan yang disampaikan mulut bibir hamba tuhan buat anak anak Yahwe yang sangat dikasihi: ”jangan menjauh dariKU anak anakKU Karena AKU sangat menyayangi kalian…untuk kalian semua, dengarkan panggilanKU karena waktunya akan segera berakhir! dan AKU sudah memperingatkan, sekarang mendekatlah kediriKU karena AKU yang akan berperang melawan musuh musuhKU” saya kembali meratap: “AKU tidak mau ini terjadi karena AKU sangat menyayangi kalian, tapi AKU tidak tahan melihat apa yang sedang terjadi di sini. AKU sangat mengasihi kalian. 
Sungguh WaktuKU akan segera berakhir dan AKU akan segera membawa kalian pergi, mendekatlah denganKU anak anakKU. 
Sebentar lagi, waktuKU yang akan berperang melawan dunia ini. Oh anak anakKUsebenarnya 
AKU tidak menginginkan semua ini terjadi, tapi AKU tidak bisa membiarkan semua miliKU dirampas. 
AKU akan berperang melawan musuhKU dan AKU akan mencurahkan hujan api karena inilah saat pembuktianKU sekarang ini.”

Saat terus berdoa, suasana kami menjadi sangat berduka dan teman saya yang begitu kuat pun merasakan roh berduka juga ikut meratap pula. 
Dan kami terus meratap dan memohon belas kasihan Yahwe untuk memohon pengampunan atas dosa dosa manusia sebagaimana Abraham memohon untuk menunda penghakiman yang terjadi untuk kota sodom dan gomora agar diberi kesempatan pengampunan buat mereka yang dihukum.
Di dalam alkitab mengenai Kota Sodom dan gomora yang dihancurkan oleh Yahwe, demikian kelak hukuman hujan api dan belerang akan terulang kembali di akhir zaman ini sebagai hari penghakiman Yahwe seperti yang telah dinubuatkan oleh para rasul dan nabi-nabiNYA

Lukas 17:26 - 30
17:26 Dan sama seperti terjadi pada zaman Nuh, demikian pulalah halnya kelak pada hari-hari Anak Manusia:
17:27 mereka makan dan minum, mereka kawin dan dikawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, lalu datanglah air bah dan membinasakan mereka semua.
17:28 Demikian juga seperti yang terjadi di zaman Lot: mereka makan dan minum, mereka membeli dan menjual, mereka menanam dan membangun.
17:29 Tetapi pada hari Lot pergi keluar dari Sodom turunlah hujan api dan hujan belerang dari langit dan membinasakan mereka semua.
17:30 Demikianlah halnya kelak pada hari, di mana Anak Manusia menyatakan diri
Lalu saya melihat di dalam penglihatan ada Singa jantan yang sangat besar dan gagah dengan kakinya yang kokoh dan kuat sedang berlari dengan sangat kencang di atas langit, seolah olah seperti mengejar sesuatu buruan.(Ini seperti gambaran berbicara waktu yang sudah sangat terburu habis!) dan kemudian sesampainya di ujung tangga awan yang mengarah ke bumi, singa itu berhenti, muka ke bawah dan sangat siap untuk menerkam ke bawah dengan mata tajam dan menyala nyala!

Amos 3 : 8 berkata “Singa telah mengaum, siapakah yang tidak takut? Tuhan Allah telah berfirman siapakah yang tidak bernubuat?”

Wahyu 5:5
Lalu berkatalah seorang dari tua-tua itu kepadaku: "Jangan engkau menangis! Sesungguhnya, singa dari suku Yehuda, yaitu tunas Daud, telah menang, sehingga Ia dapat membuka gulungan kitab itu dan membuka ketujuh meterainya."

Kejadian 49:9
Yehuda adalah seperti anak singa: setelah menerkam, engkau naik ke suatu tempat yang tinggi, hai anakku; ia meniarap dan berbaring seperti singa jantan atau seperti singa betina; siapakah yang berani membangunkannya?
49:10
Tongkat kerajaan tidak akan beranjak dari Yehuda ataupun lambang pemerintahan dari antara kakinya, sampai dia datang yang berhak atasnya, maka kepadanya akan takluk bangsa-bangsa.

- Disampaikan oleh Watini Chandra

Tidak ada komentar:

Posting Komentar