Jumat, 28 Juni 2013

BAGAIMANA “STATUS” PENGANGKATAN SAUDARA? - 26 Juni 2013


Saya perlahan berjalan di jalan yang beraspal. Terkadang, mobil dan orang-orang lewat. Saya sedang berjalan bersama teman-teman dan sedang berbincang bersama-sama dengan bahagia saling merindukan setelah berpisah satu sama lain untuk waktu yang lama. Pohon-pohon yang indah di pinggir jalan berbayang kepada kami dan membuat sesuatu seperti payung yang menudungi kami
. Para pedagang juga sibuk karena mereka memamerkan barang-barang mereka untuk menarik perhatian orang-orang yang lewat.

Di atas, awan gelap menunjukkan bahwa hujan setiap saat dapat terjadi. Percakapan kami menyenangkan dan menggembirakan. Tak lama kemudian cuaca pun menjadi hujan gerimis. Ketika kami selesai dengan obrolan kami, saya kembali ke jalan. Saya kembali dan kemudian saya bertanya kepada Roh Kudus, "Tuhan, saya berharap apa yang kami bicarakan bukanlah percakapan yang fasik. Saya harap saya tidak melakukan dosa." Roh Kudus menjawab," TIDAK ANAKKU. KAU TIDAK BERDOSA. BAHKAN SEKARANG JIKA SANGKAKALA HARUS DIBUNYIKAN, KAU AKAN DIDAPATI BERSAMAKU." Roh Kudus melanjutkan,"TEMANMU AKAN TERKEJUT MELIHATMU MENGHILANG DI HADAPAN MATA MEREKA."

Di akhir zaman ini yang penting adalah persiapan, saya tidak tahu apa yang saudara lakukan. Apakah saudara termasuk orang yang ingin membuat bumi sebagai suatu tempat tinggal yang permanen? Bagi saya, persiapan untuk kekekalan telah dimulai sejak lama bertahun-tahun yang lalu. TANYAKAN DIRI SAUDARA SEKARANG, BILA SANGKAKALA HARUS DIBUNYIKAN, APAKAH SAUDARA SIAP UNTUK NAIK KE ATAS??? BAGI SAYA, SAYA MELAKUKAN INI SETIAP SAAT. SAYA BERTANYA KEPADA TUHAN SETIAP SAAT SETIAP HARI, APAKAH SAYA SIAP UNTUK PENGANGKATAN. KALAU DIA MEMBERITAHU SAYA BAHWA SAYA TIDAK SIAP KARENA APA YANG SUDAH SAYA LAKUKAN ATAU PERBUAT, MAKA SAYA MERENDAHKAN DIRI DAN CEPAT BERTOBAT.
KERJAKANLAH KESELAMATAN SAUDARA DENGAN TAKUT DAN GENTAR. INILAH WAKTUNYA UNTUK HIDUP DALAM KEKUDUSAN SEPENUHNYA. TIDAK ADA WAKTU UNTUK DISIA-SIAKAN. WAKTUNYA HAMPIR HABIS.


Disampaikan oleh Pius Joseph

Tidak ada komentar:

Posting Komentar