Laman

Kamis, 06 Juni 2013

Kesaksian Watini – 5 Juni 2013

Saya ingin membagikan apa yang tuhan perlihatkan pada dalam doa pada tanggal 5 juni 2013. Saat saya berdoa malam, saya tiba-tiba digerakan untuk terus menyembah padahal badan saya sangat letih dan cape sekali. Dan sulit bagi saya kalau terus-menerus untuk melanjutkan penyembahan saat itu, tapi roh saya sangat menyala nyala.
Saya terus dibangkitkan untuk menyembah dan berdoa, padahal sudah lewat dari jam 12 malam. Sempat saya mau menghentikannya, tapi urapan makin lama semakin bertambah sangat kencang dan sulit juga untuk dihentikan, tiba tiba saya seperti ditarik keluar.
Saya melihat ada terowongan awan seperti tangga, saat saya menaikinya maka awan itu berbentuk gelombang untuk pijakan kaki. Saat saya menikmati tangga awan tersebut..!!!.
saya melihat ujung terowongan seperti ada cahaya kecil yang turun.

Saat itu saya tidak memperhatikan karena saya sedang mencoba naik anak tangga awan dengan pelan pelan sambil menikmati perjalanan luar biasa itu karena rasanya aneh bisa naik diatas awan yang bisa secara otomatis membentuk undakan untuk saya injak!
Tapi tiba-tiba saya melihat seorang yang tinggi dan besar dalam kemuliaan yang sangat terang sedang turun ke atas awan, saat saya memperhatikan ternyata Yesus turun sendiri sambil mengulurkan tangan yang besar untuk saya pegang.
Ya, saya lihat Yesus mengenakan jubah putih terang dan ada ikat pinggang dari emas. Ternyata Yesus menarik tangan saya untuk berjalan cepat keatas.
Mungkin karena melihat saya berjalan pelan sekali di tangga awan itu.
Rasanya itu bukan saat untuk bersantai santai. Saat saya berjalan menaiki anak tangga awan tersebut dengan buru buru, saya bertanya pada Yesus…mau kemana??
Saya lihat Yesus menatap saya seolah seolah saya disuruh serius dan memperhatikan apa yang ingin IA tunjukkan. Karena saya pikir mau ke surga, ya sudah saya ikuti saja asal jangan ke bawah lagi.
Ternyata setelah keluar dari terowongan awan tersebut, tiba tiba saya berada diatas udara dan saya melihat di bawah banyak kota-kota besar tapi di tengah ada asap mengepul ngepul yang menimpa kota besar!! Wah ini mau dibawa kemana??
Saya melihat Yesus ingin berbicara tapi tidak jadi!! Seolah olah kali ini wajahNYA menunjukkan ketegangan dan keseriusan tidak seperti biasanya.
Saya memperhatikan ekspresi wajahnya, ya sudah saya ikut terbang bersamaNYA.
Saya seperti naik jet dengan kecepatan tinggi, saya tidak berani bertanya ingin ke mana karena kali ini roh saya seperti dibawa ke negara-negara yang ada belahan bumi lain:

1. Pertama saya seperti menuju ke Negara mesir karena saya melihat lambang kepala mesir di atas kota tersebut. Lalu saya melihat banyak orang berpakaian seragam sedang membawa film dengan gambar Yesus, tapi mereka sangat membenci sekali.
Teriakan caci maki dengan garang serta tombak terus menancap pada gambar Yesus diatas layar yang sedang disiarkan. Sampai segitu bencinya mereka melihat gambar Yesus dengan kata kata kotor dan sumpah serapah ditumpahkan atas film tersebut. Saya sedikit menengok ke Yesus, apakah dia marah atau sedih...dan saya lihat muka Yesus menatap mereka seperti ada rasa kemarahan terpendam.
Dan saya merasakan genggaman tangan Yesus yang menegang dan genggaman yang saya rasakan mengencang sedikit untuk menahan kemarahan yang ada.
Saya mau menghibur tapi tidak berani. Sayat marah juga, saya hanya diam memperhatikan manusia yang sedang mencaci maki film Yesus.

2. Lalu Yesus mengajak saya untuk ikut dia terbang ke atas. Lalu saya ditarik keatas lagi, entah kemana tapi saya hanya disuruh terbang ikut Yesus ke atas langit menuju Negara lain. Saya terbang dan mendarat ke negara seperti Negara Pakistan atau india atau Bangladesh karena wajah manusianya mirip seperti asia timur tengah.
Dan yang saya lihat adalah kerumunan orang banyak dan ada lobang sumur yang besar dan dalam. Lalu saya lihat beberapa wanita dipaksa dimasukkan ke dalam sumur dengan kasar dan kondisi mereka diperlakukan tidak manusiawi dan wanita yang saya lihat ini menangis dengan penuh kesedihan, tapi saya lihat mereka seperti tidak berdaya hanya pasrah dan berdoa. Ada rasa kesedihan dan teriakan mohon pengampunan yang amat sangat.
Tapi para penyerang atau penyiksa tersebut tidak memperdulikan dan tidak ada belas kasihan dengan tetap menguburkan mereka hidup-hidup dengan pasir seolah olah mereka seperti mayat hidup dan saya lihat mereka menundukkan kepala ketika dituang pasir ke dalam sumur yang dalam tersebut.
Rasanya mereka sudah tidak berkuasa melawan kekerasan yang mereka hadapi hanya kematian yang seolah olah sedang menanti. Sekali lagi saya melirik Yesus, ada kemarahan di mata Yesus seperti tidak tertahan lagi dan genggaman tangan Yesus pun semakin mengencang.
Dan saya terus memperhatikan tindakan kekerasan sampai pasir menutupi mereka, lalu Yesus menatap saya. Saya hanya diam dan rasa sedih juga menyelimuti diri saya.

3. Lalu saya dibawa pergi menuju ke kota Roma. Tanda dari kota-kota itu seperti banyak lambang gaya patung romawi dan banyak gereja tua. Lalu saya melihat tempat tempat pelacuran dimana mereka melakukan seks bebas dan bersetubuh denga para pria-pria.
Yang saya lihat wanita mengenakan perhiasan dan baju gaya puteri-puteri raja dan hiasan permata di kepala dan baju berwarna ungu dan dengan balutan kain merah.
Mereka setengah telanjang bersetubuh dengan pria yang bukan bangsawan, tapi itu dianggap wajar.
Dan saya merasa bingung apa yang terjadi pada tempat yang saya lihat ini, tapi saat saya terus memperhatikan, tiba-tiba berubah melihat seorang Paus dengan agung duduk singgasana di kelilingi kain unggu dan kain tirai campuran merah dan saya lihat banyak manusia menyembah dan mencium tangan dan paus ini diperlakukan seperti raja sekaligus dewa yang menerima cium tangan seolah olah hanya dia yang pantas di agungkan.
Saat itu saya dibawa Yesus menuju lorongan ruangan di belakang singgasana di sana, melalui jalan lain…..ke tempat yang suram dan kotor dan seperti saya sedang memperhatikan penjara yang buruk dan saya melihat beberapa pria dipenjara dan dibawa dalam kurungan dengan kuda sedang menuju ke tempat lain.
Lalu kami mengikuti jalan kereta kuda yang membawa manusia-manusia di dalam kurungan ke tempat penyiksaan.
Saat kereta dihentikan, saya sudah melihat ada 1 pria yang tangannya sudah diikat di atas kayu dan orang yang di dalam kurungan dikeluarkan dan diikat pula satu tiang kayu dengan orang lain. Mereka kelihatan sudah lelah, kuyu dan penuh lebam.
Lalu mereka berdua dibakar hidup-hidup dan dengan segera orang-orang tersebut mati.
Saat dibakar hidup-hidup, terdengar teriakan kesakitan dan histeris serta jeritan panjang yang memekakkan telinga sampai akhirnya mereka mati dan hangus terbakar.
Saya melihat Yesus diam dan terpaku dan Yesus terus menerus memperhatikan kematian orang tersebut dengan kemarahan tertahan dan genggaman ditangan sayapun bertambah kencang.

Lalu Yesus menatap saya seolah seolah mengingatkan saya suatu pilihan apakah kita terus mau mengikuti Yesus atau mundur sampai disini.
Seolah olah ini menjadi catatan kita, karena begitu banyak tekanan dan ketabahan yang dibutuhkan untuk tetap bertahan sampai pada kesudahan walaupun nyawa taruhannya!


Wahyu :12:11
Dan mereka mengalahkan dia oleh darah Anak Domba, dan oleh perkataan kesaksian mereka. Karena mereka tidak mengasihi nyawa mereka sampai ke dalam maut.

Wahyu :13:10
Barangsiapa ditentukan untuk ditawan, ia akan ditawan; barangsiapa ditentukan untuk dibunuh dengan pedang, ia harus dibunuh dengan pedang. Yang penting di sini ialah ketabahan dan iman orang-orang kudus.

Wahyu :14:12-13
Yang penting di sini ialah ketekunan orang-orang kudus, yang menuruti perintah Allah dan iman kepada Yesus. Dan aku mendengar suara dari sorga berkata: Tuliskan: "Berbahagialah orang-orang mati yang mati dalam Tuhan, sejak sekarang ini." "Sungguh," kata Roh, "supaya mereka boleh beristirahat dari jerih lelah mereka, karena segala perbuatan mereka menyertai mereka."

Oleh Watini Chandra

Tidak ada komentar:

Posting Komentar