Senin, 07 Oktober 2019

Kalender Alkitab Tahun Ibrani 5780 (Sept 19 - Sept 20) - Tahun פ



Sepuluh hari dari Rosh Hashanah hingga Yom Kippur disebut Aseret Yemei Teshuvah (עֲשֶׂרֶת יְמֵי תְּשׁוּבָה), "Sepuluh Hari Pertobatan", atau "Hari-hari Ketakjuban" dalam tradisi Yahudi.

Yom Kippur, atau “Hari Raya Pendamaian/Penebusan,” adalah hari paling kudus dalam tahun Yahudi, dan memiliki nilai profetik mengenai Kedatangan Messias yang kedua kali, restorasi nasional Israel, dan penghakiman terakhir atas dunia. Itu juga adalah hari yang mengungkapkan perbuatan Imam Besar dari Yeshua sebagai Kohen Gadol (Imam Besar) menurut aturan Malki-Tzedek (Ibrani 5:10, 6:20).

Istilah Yom Kippur sebenarnya tertulis dalam bentuk jamak dalam Torah, Yom Ha-Kippurim, mungkin karena proses pemurnian itu yang membersihkan banyak pelanggaran-pelanggaran, kejahatan, dan dosa-dosa. Nama itu juga memiliki arti dua pendamaian besar yang diberikan oleh  YHVH – pertama, bagi mereka dari antara Goyim (bangsa-bangsa non Yahudi) yang berpaling kepada Yeshua untuk mendapatkan penyucian dan pengampunan dosa, dan kedua bagi bangsa Yahudi lahiriah yang akan menerima Messias Yeshua pada masa Kesusahan Besar, selama Yom Adonai, Hari Besar  YHVH pada Akhir Zaman.

Kippurim dapat dibaca juga Yom Ke-Purim, “hari seperti Purim,” yaitu, hari penyelamatan dan keselamatan (seperti dijelaskan dalam Kitab Esther). Sekaligus hari dimana Yeshua mengurbankan diri-Nya sendiri di kayu salib, yang merupakan “Purim” terbesar dari semuanya, karena melalui Dia setiap orang yang percaya kepadanya dibebaskan untuk selamanya dari tangan musuh-musuh mereka.

Torah menyatakan bahwa Yom Kippur merupakan satu-satunya kesempatan dimana Imam Besar boleh masuk ke dalam Ruang Maha Kudus dan memanggil Nama  YHVH untuk mempersembahkan kurban darah bagi dosa-dosa seluruh umat. Prinsip “nyawa ganti nyawa” ini adalah dasar sistem pengurbanan dan menandai hari besar syafaat yang dilakukan Imam Besar bagi bangsa Israel.

Dalam tradisi Yudaisme, Yom Kippur – Hari Raya Pendamaian, menandai titik puncak periode sepuluh hari pertobatan yang dinamai “Hari-hari yang Diagungkan,” atau yamim nora’im. Menurut rabbi-rabbi besar tradisi Yahudi, pada Rosh Hashanah nasib orang-orang benar, tsaddikim, dituliskan dalam Kitab Kehidupan, dan nasib orang-orang jahat, resha’im, dituliskan dalam Kitab Kematian. Namun, sebagian besar manusia tidak akan dituliskan dalam salah satu kitab itu, tapi punya waktu sepuluh hari – sampai Yom Kippur – untuk bertobat sebelum memeteraikan nasib mereka. Karena itu muncullah istilah Aseret Yemei Teshuvah – Sepuluh Hari Pertobatan. Kemudian pada Yom Kippur, nama setiap jiwa manusia akan dimeteraikan dalam salah satu dari kedua kitab. Karena alasan ini Yom Kippur benar-benar merupakan puncak dari 40 hari “Masa Pertobatan.”

Karena manusia diciptakan untuk teshuvah, Yom Kippur, atau Hari Raya Pendamaian dianggap hari paling kudus dalam setahun, dan disebut “Yom ha-kadosh.” Pada kalender Ibrani, Erev Yom Kippur dimulai pada petang hari tanggal 9 Tishri dan berlanjut 25 jam melewati hari berikutnya hingga malam tiba. Itu adalah hari yang khidmat ditandai dengan puasa penuh, doa, dan ibadah-ibadah tambahan di sinagoga.

Menurut rabbi-rabbi besar Yahudi, pada tanggal 6 Sivan, tujuh minggu sesudah Eksodus (tepat 49 hari), Musa pertama kali naik ke Gunung Sinai untuk menerima Torah (Shavuot). Empat puluh hari kemudian, pada tanggal 17 Tammuz, Loh-loh Pertama dipecahkan. Musa kemudian bersyafaat bagi Israel selama empat puluh hari lagi sampai dia dipanggil kembali untuk naik ke atas Gunung Sinai pada tanggal 1 Elul dan menerima pewahyuan Nama  YHVH (Keluaran 34:4-8). Sesudah ini, Musa diberikan Loh-loh Kedua dan kembali ke perkemahan pada tanggal 10 Tishri, yang akhirnya dinamai Yom Kippur. Wajah Musa bersinar dengan cahaya dalam ketakjuban akan datangnya Perjanjian Baru, yang dilambangkan didalam ritual-ritual Hari Raya Pendamaian (Keluaran 34:10).

Ini memberikan penjelasan mengapa orang-orang Yahudi Orthodox memulai “Masa Teshuvah” (pertobatan) dimulai pada 1 Elul dan dilanjutkan hingga 10 Tishri – selama 40 hari sama seperti ketika Musa ada di atas Gunung Sinai untuk menerima loh-loh yang kedua. Disini kita juga menemukan kutipan pertama akan adanya Kitab Kehidupan (baca Rosh Hashanah), ketika Musa meminta, “supaya namanya dihapuskan dari “Kitab yang Engkau tuliskan” jika Elohim tidak mau mengampuni umat-Nya.

Keluaran 32:32-33 (TB) Tetapi sekarang, kiranya Engkau mengampuni dosa mereka itu — dan jika tidak, hapuskanlah kiranya namaku dari dalam kitab yang telah Kautulis.” Tetapi TUHAN berfirman kepada Musa: “Siapa yang berdosa kepada-Ku, nama orang itulah yang akan Kuhapuskan dari dalam kitab-Ku.

Kesediaan Musa untuk “dihapuskan dari Kitab yang dituliskan Elohim” demi bangsa Israel merupakan gambaran besar tentang peranan Yeshua Messias kita sebagai Perantara.

Ibrani 9:15 (ILT) Dan karena itulah Dia menjadi pengantara dari suatu perjanjian yang baru, sehingga, melalui kematian yang telah terjadi untuk penebusan akibat pelanggaran-pelanggaran di bawah perjanjian yang pertama, mereka yang telah dipanggil, boleh menerima janji warisan yang kekal.

Salah satu peranan Messias kita Yeshua (Yesus Kristus) adalah sebagai Kohen HaGadol (Imam Besar) yang mempersembahkan kapparah (pendamaian) yang sesungguhnya bagi dosa-dosa kita dengan mempersembahkan darah-Nya sendiri di dalam Ruang Maha Kudus Surgawi yang bukan buatan tangan manusia.

Seperti tertulis dalam Kitab Ibrani:

Ibrani 3:1-2 (ILT)  Oleh karena itu hai saudara-saudara yang kudus, yang menjadi mitra panggilan surgawi, pandanglah rasul dan imam besar pengakuan kita, HaMashiakh YESHUA, yang setia kepada Dia yang telah menetapkan-Nya, sebagaimana juga Musa dalam keseluruhan bait-Nya.

Pentingnya kurban darah (pendamaian pengganti) ditekankan sangat kuat didalam Kitab Suci, karena itu yang mendasari arti pendamaian yang diberikan melalui sistem pengurbanan. Bahkan prinsip ini diabadikan didalam teks pusat pengurbanan itu sendiri:

Imamat 17:11 (ILT)  Sebab, kehidupan tubuh ada di dalam darah, dan Aku telah memberikan darahnya kepadamu di atas mezbah itu untuk mengadakan penebusan bagi kehidupanmu, sebab darah itulah yang mengadakan penebusan bagi kehidupan.

Kurban darah dituntut oleh  YHVH karena hal dosa. Imamat 17:11 sesuai dengan pengajaran Perjanjian Baru seperti yang tertulis dalam:

Ibrani 9:22 (ILT)  Dan hampir segala sesuatu disucikan dengan darah menurut torah; dan tanpa penumpahan darah, pengampunan tidak terjadi.

Dalam Talmud (Yoma 51) tertulis hal  yang sama, “Tidak ada pendamaian tanpa darah.” Pencurahan darah pengganti, prinsip “nyawa ganti nyawa,” adalah esensi dari pendamaian sesungguhnya dengan  YHVH Elohim.

Yeshua mempersembahkan tubuh-Nya sendiri untuk menjadi Kurban yang sempurna bagi dosa-dosa. Oleh darah-Nya yang tercurah, kita diberikan pendamaian total di hadapan  YHVH.

2 Korintus 5:21 (ILT)  Sebab, Dia yang tidak mengenal dosa, demi kita seolah Dia telah berbuat dosa, supaya kita dapat menjadi yang benar bagi Elohim di dalam Dia.

Sistem pengurbanan hewan dalam Imamat, termasuk ritual Yom Kippur yang begitu terperinci, dimaksudkan sebagai bayangan dari Pengurbanan Yeshua yang sesungguhnya untuk memperdamaikan kita dengan Elohim. B’rit Yeshanah (Perjanjian Lama) memberikan bayangan dari isi yang dinyatakan didalam B’rit Chadashah (Perjanjian Baru). Jika perjanjian lama sudah cukup untuk menyediakan solusi permanen terhadap problem dosa-dosa kita, tidak akan diperlukan perjanjian baru untuk menyempurnakannya.

Ibrani 8:7 (ILT)  Sebab jika yang pertama itu tidaklah bercacat, maka tidak akan dicari lagi sebuah tempat untuk yang kedua.

Dibawah perjanjian lama, kurban-kurban hanyalah “menutupi” dosa-dosa, tetapi dibawah perjanjian baru, dosa-dosa ini dibuang sepenuhnya (Ibrani 7:27, 9:12, 9:25-28). Tidak diperlukan lagi kurban-kurban yang terus-menerus, karena Yeshua menyediakan kurban satu kali untuk selamanya bagi seluruh dosa-dosa kita (Ibrani 9:11-14; 9:24-28; 10:11-20).

Bahkan, Yeshua ha-Mashiach adalah “pendamaian” atau “penebus” dari dosa-dosa kita. Kata Yunani yang digunakan dalam Roma 3:25, 1Yohanes 2:2, dan 1Yohanes 4:10 “hilasterion” adalah kata yang sama yang digunakan dalam Septuaginta (LXX, Perjanjian Lama dalam bahasa Yunani) untuk kapporet [tutup pendamaian tabut perjanjian] di dalam Ruang Maha Kudus yang dipercikkan darah kurban pada Yom Kippur.

Ibrani 9:24-28 (TB)  Sebab Kristus bukan masuk ke dalam tempat kudus buatan tangan manusia yang hanya merupakan gambaran saja dari yang sebenarnya, tetapi ke dalam sorga sendiri untuk menghadap hadirat Allah guna kepentingan kita.

Dan Ia bukan masuk untuk berulang-ulang mempersembahkan diri-Nya sendiri, sebagaimana Imam Besar setiap tahun masuk ke dalam tempat kudus dengan darah yang bukan darahnya sendiri. Sebab jika demikian Ia harus berulang-ulang menderita sejak dunia ini dijadikan. Tetapi sekarang Ia hanya satu kali saja menyatakan diri-Nya, pada zaman akhir untuk menghapuskan dosa oleh korban-Nya. Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi, demikian pula Kristus hanya satu kali saja mengorbankan diri-Nya untuk menanggung dosa banyak orang. Sesudah itu Ia akan menyatakan diri-Nya sekali lagi tanpa menanggung dosa untuk menganugerahkan keselamatan kepada mereka, yang menantikan Dia.

Ibrani 10:14 (TB)  Sebab oleh satu korban saja Ia telah menyempurnakan untuk selama-lamanya mereka yang Ia kuduskan.



Sumber: KitabHenokh.com



Tiupan Shofar Elohim

Tiupan Shofar Elohim

Tanpa diragukan lagi, sangkakala adalah instrumen paling populer yang disebutkan dalam Alkitab. Di Israel kuno sangkakala bukan hanya sekedar alat musik, itu adalah instrumen yang mewakili baik perayaan maupun perang. Apa pentingnya instrumen ini hari ini? Apa yang bisa kita pelajari dari simbol kuno ini? Mari kita mulai dengan melihat salah satu ayat paling populer yang membicarakannya.
1 Tesalonika 4:16 Sebab dengan suatu seruan, dengan suara penghulu malaikat dan dengan sangkakala Elohim, Dia akan turun dari surga, dan orang-orang yang mati dalam Kristus, mereka akan pertama-tama bangkit.
Ketika Mesias datang kembali, Firman mengatakan bahwa orang-orang mati di dalam Kristus akan pertama-tama bangkit pada suara sangkakala. Itu bisa saja dikatakan “pada bunyi suara-Nya,” tetapi Dia tidak melakukan demikian. Ini adalah frekuensi tiupan sangkakala itulah yang membebaskan semua orang yang menantikan kebangkitan orang-orang benar (צַדִּיקִם tzadikkim). Ada apa dengan sangkakala yang memiliki kuasa semacam itu, otoritas semacam itu? Mari kita terus menggalinya dari ayat-ayat berikut ini.
Setelah memberi tahu Musa bahwa tidak ada yang boleh melewati pembatas di sekitar Gunung Sinai, YHVH memberitahu dia, “… Pada saat sangkakala berbunyi, mereka boleh mendaki gunung itu.” Keluaran 19:13
Ini adalah pertama kalinya kata sangkakala digunakan dalam Alkitab, dan itu digunakan dalam konteks Elohim memanggil umat-Nya. Dapatkah Anda melihat hubungan peristiwa dalam 1 Tesalonika dengan peristiwa dalam Keluaran? Dalam kedua peristiwa ini, YHVH menggunakan sangkakala untuk memanggil umat-Nya datang kepada-Nya. Yang cukup menarik, kata sangkakala dalam ayat di atas adalah kata yang persis sama untuk tahun Yobel – יֹבֵל yovel – dan merupakan satu-satunya kesempatan ketika Alkitab menggunakan kata itu untuk “suara sangkakala.”

לֹא־ תִגַּ֨ע בּ֜וֹ יָ֗ד כִּֽי־ סָק֤וֹל יִסָּקֵל֙ אוֹ־ יָרֹ֣ה יִיָּרֶ֔ה אִם־ בְּהֵמָ֥ה אִם־ אִ֖ישׁ לֹ֣א יִחְיֶ֑ה בִּמְשֹׁךְ֙ הַיֹּבֵ֔ל הֵ֖מָּה יַעֲל֥וּ בָהָֽר׃

lo- tigga’ bo yad ki- saqol yissaqel ‘ov- yaroh yiyareh ‘im- behemah ‘im- ‘ish lo- yichyeh bimshokh haiyovel hemmah ya’alu vahar.
Keluaran 19:13 “Dan tangan siapa pun tidak boleh menyentuhnya, sebab, pastilah dia akan mati dilempari batu, atau dipanahi; apakah binatang atau orang, dia tidak akan dibiarkan hidup. Pada saat sangkakala (הַיֹּבֵל haiyovel) berbunyi, mereka boleh mendaki gunung itu.”
Dalam menggunakan kata ini di sini, Elohim sedang mencoba untuk memberi tahu umat-Nya bahwa upacara pertunangan yang akan terjadi pada saat Dia memberikan perintah-perintah-Nya adalah seperti sebuah Yobel. Ini adalah saat tepatnya ketika orang Israel benar-benar bebas dari Mesir dan semua hutang dibatalkan. Saat ketika mereka menerima perjanjian dan memilih untuk datang mendekat kepada-Nya, mereka dibebaskan. Setiap saat sesudah itu adalah mereka menjalankan “keselamatan” dan kebebasan yang baru mereka temukan. Tahun Yobel juga dimulai dengan suara tanduk domba jantan, atau sangkakala, dan terhubung dengan waktu ketika Mesias akan kembali dan kita pada akhirnya akan dibebaskan ketika kita sekali lagi akan naik ke atas gunung Elohim untuk memberi penghormatan kepada Raja segala raja.

Tembok Yerikho

Yoshua pasal enam menceritakan kisah Yerikho. Yoshua memerintahkan orang-orang untuk berbaris mengelilingi kota satu kali setiap hari selama enam hari sementara para imam meniup tanduk-tanduk domba jantan. Pada hari ketujuh mereka berbaris dengan tabut sementara para imam meniup sangkakala-sangkakala sebanyak tujuh kali. Pada ketujuh kalinya, semua orang berteriak dengan sekuat paru-parunya, dan sangkakala-sangkakala itu semakin keras. Itu adalah sangkakala bercampur dengan suara orang-orang yang menyebabkan tembok-tembok Yerikho runtuh. Apakah ini semacam formula mistis untuk peperangan? Sama sekali tidak. Elohim Israel membiarkan seluruh dunia tahu bahwa pintu-pintu gerbang neraka tidak akan menang melawan umat-Nya dan bahwa suara manusia terhubung dengan sebuah sangkakala. Ini adalah fakta penting yang akan kita gali lebih dalam.
Melampaui frekuensi sangkakala dan mujizat yang terjadi hari itu di Yerikho, ada sesuatu yang jauh lebih penting yang coba diungkapkan oleh YHVH. Mengapa Dia menceritakan kepada kita kisah orang-orang Israel yang mengepung Yerikho? Apa maksud sesungguh-Nya? Dia tidak mengatakan apa-apa tanpa alasan dan segala sesuatu yang Dia coba ajarkan kepada kita akan berhubungan dengan sesuatu tentang karakter-Nya.
Apa yang terjadi di Yerikho jelas merupakan contoh peperangan yang tidak konvensional. Mengapa YHVH menyuruh Yoshua untuk melakukan apa yang Dia kerjakan ketika orang Israel benar-benar kalah jumlah? Mereka bisa saja mengambil alih kota itu dengan kurang dari separuh laki-laki yang ada pada mereka dan tidak mengalami kehilangan satu nyawa pun. Mengapa orang-orang Israel terlibat dalam tindakan aneh berbaris dan meniup sangkakala dan berteriak ini? Dapatkah Anda membayangkan menjadi seorang prajurit Israel yang siap bertempur dan komandan Anda memerintahkan Anda untuk berdiri di sana dan berteriak, ketimbang menyerbu kota itu?
Pernahkah Anda memiliki situasi dalam kehidupan di mana Anda menghadapi semacam peperangan di hadapan Anda, sebuah situasi yang mengharuskan Anda untuk mengambil tindakan agar Anda dapat menguasai dan mengatasinya? Jawabannya mungkin sudah ada dalam genggaman Anda, dan Anda bisa mendapatkan kemenangan tanpa kesulitan. Apa yang biasanya kita lakukan dalam situasi seperti itu? Kita bertindak sendiri! Kita mengikuti naluri kita dan melakukan apa yang kita tahu bisa kita lakukan untuk mencapai tujuan di hadapan kita. Apa yang kita lakukan ketika situasinya luar biasa dan kita tidak tahu harus berbuat apa? Kita datang kepada Elohim untuk meminta pertolongan. Tampaknya kita hanya datang kepada-Nya untuk meminta pertolongan ketika kita MERASA kita membutuhkan Dia. Dia menjadi lebih seperti tongkat penopang kita ketimbang ketergantungan kita setiap hari untuk segala sesuatu. Kisah ini mengajarkan kita betapa YHVH menginginkan kita untuk berkomunikasi dan berkonsultasi dengan Dia dalam segala hal … setiap hari … setiap saat.
Kisah Yerikho memberi tahu kita bahwa YHVH adalah Elohim dari peperangan yang tidak konvensional. Dia berperang secara berbeda dari kita. Dia memulai pertempuran pertama di Tanah Perjanjian dengan menegakkan bahwa DIA adalah yang akan berjalan di depan umat-Nya dan bahwa DIA yang memiliki kuasa untuk menaklukkan musuh-musuh mereka. Dia ingin mereka untuk SEPENUHNYA bergantung kepada-Nya dalam SETIAP situasi terlepas dari apakah mereka pikir mereka punya kendali atas situasi itu, atau bisa melakukannya sendiri. Dia ingin dikonsultasikan untuk setiap strategi sebelum mereka terlibat dalam apa pun.
Seberapa sering kita terjun ke dalam situasi dimana kepala terjun duluan hanya untuk kemudian mendapati bahwa tidak ada air di dalam kolam? Melakukan hal-hal dengan cara kita sendiri menempatkan kita sebagai yang berkuasa dan menggantikan keinginan-Nya agar kita mempercayai Dia dan membiarkan Dia berperang untuk kita. Dia tahu apa yang perlu dilakukan dan kapan waktu-Nya. Jalan-jalan-Nya lebih tinggi daripada jalan-jalan kita dan sering kali tidak masuk akal bagi kita sampai Dia akhirnya memilih untuk mengungkapkan strategi-Nya.

Shofar

Nama yang paling umum untuk sangkakala dalam Alkitab adalah kata Ibrani שׁוֹפָר shofar. Pada zaman Alkitab, shofar utamanya adalah tanduk domba jantan, tetapi juga bisa berupa tanduk ‘kudu’ yang panjang dan melengkung. Keduanya digunakan untuk berbagai tujuan. Mereka ditiup pada bulan-bulan baru, hari-hari raya, waktu perang, untuk memperingatkan orang-orang, dan untuk peristiwa penting lainnya. Mereka dirancang sebagai instrumen pujian dan peringatan. Dalam bahasa Ibrani, שופר shofar dieja shinvavpeyresh. Dalam Paleo piktograf Ibrani kuno, di mana setiap huruf aslinya merupakan sebuah gambar yang memiliki arti sendiri, kata shofar memiliki makna yang jauh lebih dalam.
hebrew-pictograph
Aslinya, huruf shin seperti api atau gigi dan artinya “untuk melahap, api yang membakar habis, untuk menghancurkan, atau El Shaddai; api Elohim yang menghabiskan segala sesuatu.” Vav adalah paku atau pasak kemah yang artinya “paku, untuk mengokohkan, menjembatani, atau menghubungkan.” Pey artinya “mulut.” Dan resh adalah gambar kepala seorang laki-laki dan artinya “kepala atau permulaan.” Faktanya, Rosh Hashanah secara literal artinya “Kepala Tahun Baru.”
shofar-paleo
Jika Anda menggabungkan semua itu, kata שופר shofar artinya “Api Elohim yang menghabiskan segala sesuatu terhubung dengan mulut membawa permulaan yang baru.”
Dan yang menakjubkan, ini adalah gambaran persis tentang Yom Teruah, Hari Raya Sangkakala. Ketika sangkakala Elohim diletakkan pada mulut seorang hamba-Nya, itu mendatangkan suatu permulaan yang baru dan suatu tahun yang baru. Ketika Dia datang mengendarai awan-awan, dan tiupan sangkakala besar itu terdengar, itu akan memproklamirkan “Kepala” umat manusia yang sejati dan akan menghantarkan ke dalam sebuah permulaan yang baru.
Mazmur 3:4 Aku berseru kepada YHVH dengan suaraku dan Dia mendengarkanku dari gunung kudus-Nya.
Mazmur 26:7 Sambil mengumandangkan suara ucapan syukur, dan menceritakan semua keajaiban-Mu.
Mazmur 28:6 Diberkatilah YHVH, karena Dia telah mendengarkan suara permohonanku.
Sangkakala suara kita adalah senjata yang kuat. Itu harus digunakan dengan cara yang sama seperti shofar: dalam pujian dan ucapan syukur, dalam membawa doa-doa dan permohonan kita di hadapan-Nya, serta dalam menyatakan perang melawan musuh. Tetapi ada satu hal yang benar tentang sangkakala atau shofar. Ketika dia dibunyikan, shofar harus dibunyikan dengan nada yang sangat jelas dan spesifik, atau dia tidak akan mencapai tujuannya.
1 Korintus 14:8 Sebab, jika sebuah sangkakala mengeluarkan bunyi yang tidak jelas, siapakah yang akan menyiapkan dirinya untuk peperangan?
Kita masing-masing adalah sangkakala Elohim. Kita menyuarakan shofar kita dan memproklamirkan kabar baik yang telah mengubah hidup kita. Dengan melakukan itu, kita perlu memastikan bahwa kita memainkan not-not yang benar, suara yang sangat jelas dari suara Elohim yang berbicara melalui kita. Ketika kita mencampur suara kita, daging kita, dengan suara Elohim, suara itu menjadi tidak jelas dan membingungkan semua orang yang mendengarnya. Ini semua tentang angin (רוּחַ ruach) yang mengalir melalui sangkakala.
Wahyu 4:1 … dan ada suara yang pertama yang pernah aku dengar itu yang berbicara kepadaku bagaikan sangkakala, …
Yohanes berkata bahwa suara Mesias itu terdengar seperti shofar. Jadi sekarang kita tahu suara siapa yang benar-benar meruntuhkan tembok Yerikho hari itu. Itu bukan suara orang-orang, atau suara shofar-shofar yang membahana. Itu adalah suara Elohim MELALUI suara instrumen-instrumen itu yang menyebabkan tembok-tembok itu runtuh. Ketaatan mereka menyebabkan Roh YHVH (רוּחַ יְהוָה ruach Adonai) untuk bermitra dengan mereka dan mencapai sesuatu yang tidak mungkin mereka lakukan sendiri. Bukan logika mereka atau kekuatan mereka, tetapi angin (רוּחַ ruach) dari Roh Elohim yang bertiup melalui sangkakala-sangkakala mereka yang menciptakan mujizat tepat di depan mata mereka.
Dengan cara yang sama, Yom Teruah, hari meniup sangkakala, adalah sama seperti orang-orang Israel yang mengelilingi Yerikho enam kali meniupkan shofar. Pada hari ketujuh, suara Elohim bergabung dengan mereka, tembok-tembok runtuh, dan penaklukkan Tanah Perjanjian dimulai. Dalam kitab suci, setiap hari profetik adalah seribu tahun. Sejak zaman Adam, kita berada pada akhir tahun keenam ribu, atau pada akhir hari keenam. Kita sudah berbaris mengelilingi perkemahan musuh ini selama enam ribu tahun dan hari ketujuh sedang mendekat dengan cepat. Sementara kita telah sendirian selama enam “hari” terakhir ini, mengelilingi musuh dan menunggu perintah untuk menyerang, hari ketujuh itu akan datang dan Mesias akan muncul dengan tiupan sangkakala-Nya. Gerbang-gerbang neraka tidak akan menang melawan Dia. Mereka akan runtuh di hadapan kita dan kita akan menjarah musuh satu kali dan untuk selamanya.
Zakharia 4:6 Bukan dengan kekuatan dan bukan dengan kuasa, tetapi dengan Roh-Ku, YHVH Tsevaot berfirman.
Sampai saat itu, kita sebaiknya mengingat bahwa kuasa “sangkakala” kita terletak pada angin (רוּחַ ruach) yang tepat yang bertiup melaluinya. Ketika itu angin kita sendiri, itu tidak lain hanyalah udara panas yang menghasilkan suara yang tidak jelas. Ketika itu adalah angin-Nya dan Roh-Nya, itu sangat jelas dan tidak ada benteng musuh yang dapat menahan-Nya. Ketika kita membiarkan YHVH menyusun strategi untuk kita dan kita hanya mengucapkan apa yang Dia katakan kepada kita untuk mengucapkannya dengan kuasa Roh-Nya, maka kemenangan dan penaklukan Tanah Perjanjian itu akan menjadi sangat dekat!










Jumat, 27 September 2019

Tahun Pey


Pesan Profetik Tahun Ibrani 5780 – Tahun פ (Pey) – (September 2019 – September 2020)


Kita akan segera meninggalkan tahun Ibrani 5779 dan memasuki Tahun Baru Ibrani 5780 (September 2019 – September 2020).
Hari-hari yang sedang kita jalani ini, adalah hari-hari terakhir dari dasawarsa tahun Ibrani ע (Ayin; artinya “mata”), yang memiliki nilai numerik 70, yang dimulai sejak tahun 5770 hingga 5779.

פ

Tahun Ibrani 5780 diwakili dengan huruf Ibrani “פ” (Pey), yakni huruf ke-17 dari Aleph-Bet (alfabet) Ibrani, yang memiliki nilai numerik 80.
Huruf פ (Pey) berbentuk seperti mulut. Kata Ibrani “Peh” (פה) artinya “mulut” dan dapat diperluas menjadi: “kata,” “ekspresi,” “vokalisasi,” “ucapan,” dan “nafas.” Dalam urutan alfabet Ibrani, Pey (פ) mengikuti huruf ‘Ayin (ע), yang artinya mata, dan memiliki nilai numerik 70. Ini menunjukkan bahwa mata (yaitu: pemahaman, kesadaran) merupakan prioritas sebelum ekspresi verbal (yaitu: ucapan, perkataan).
Chokhmah (orang bijak) cepat untuk mengamati dan kemudian baru memberikan pendapat tentang sesuatu. ‘Ayin (mata) memberi wawasan, tetapi peh (mulut) yang memberikan ekspresi dari wawasan.

Huruf Pey (פ) dibentuk dari dua huruf Ibrani lain: Kaf (כ) dan Yod (י). Dalam tradisi Ibrani, Kaf (כ) memiliki arti “telapak tangan” atau “wadah”. Dan Yod (י) yang merupakan huruf Ibrani terkecil, mewakili sebuah titik, titik energi Ilahi. Karena Yod digunakan untuk membentuk seluruh huruf Ibrani lainnya, dan karena Elohim menggunakan huruf-huruf sebagai blok-blok pembangun alam semesta, Yod mengindikasikan kemaha-hadiran Elohim. Karena Yeshua menggenggam alam semesta oleh Firman Kuasa-Nya (Ibr. 1:3), dan Yod adalah bagian dari setiap huruf Ibrani (dan karena itu setiap kata), Yod dianggap sebagai titik awal dari eksistensi Elohim di dalam segala sesuatu – “percikan” Roh Elohim di dalam segala sesuatu.
Sehingga dapat dipahami bahwa huruf Pey adalah gambaran percikan ilahi (Yod) Elohim di dalam jiwa (Kaf, dipahami sebagai wadah bagi jiwa).
Karena Peh (mulut) mengikuti ‘Ayin (mata), rabbi Yahudi telah mengajarkan bahwa meskipun ‘ayin adalah pintu gerbang kepada realitas, mulutlah yang membawa realitas menjadi ada. Ini disinggung dalam Alkitab ketika dalam aktivitas Penciptaan, Elohim mengucapkan Firman (perkataan). Targum Onkelos (terjemahan bahasa Aram kuno yang sangat dihormati yang berasal dari abad pertama) menerjemahkan frasa, nefesh chaiyah (“jiwa yang hidup”) sebagai ruach memalla’ (“roh yang berbicara”) dalam Kejadian 2:7. Perkataan Elohim menciptakan realitas, dan karena manusia diciptakan b’tzelem Elohim (dalam gambar Elohim), orang-orang bijak berpikir bahwa kuasa perkataan dan rasionalitas adalah yang membedakan umat manusia dari hewan-hewan yang lebih rendah yang diciptakan YHVH

pey-bet
Ruang kosong di dalam huruf Pey (פ) menyingkapkan huruf Bet (ב) yang tersembunyi. Karena kata pertama dari Kitab Suci (בראשית bereshit) dimulai dengan huruf Bet yang diperbesar (mewakili rumah penciptaan), disimpulkan bahwa huruf Pey yang tidak kelihatan (mengelilingi Bet) melambangkan Firman Elohim yang menciptakan langit dan bumi (Kej. 1:1; Yoh. 1:1-3).

בְּרֵאשִׁ֖ית בָּרָ֣א אֱלֹהִ֑ים אֵ֥ת הַשָּׁמַ֖יִם וְאֵ֥ת הָאָֽרֶץ׃

bere’shit bara’ ‘elohim ‘et hashshamayim ve’et ha’aretz
Kej 1:1 Dalam permulaan, Elohim menciptakan » langit dan» bumi.
Dengan kata lain, huruf paling pertama dari Kitab Suci adalah gambaran bahwa ‘Firman’ Elohim adalah perantara di balik seluruh eksistensi alam semesta,
Mzm 33:6 Dalam firman YHVH langit dibuat, dan dalam roh mulut-Nya segala pasukan mereka.

Huruf Pey mewakili angka 80. Dalam gematria Ibrani, angka 80 adalah nilai yang sama yang ditemukan dalam kata yesod (fondasi) dan gevurah (kekuatan). Ini juga merupakan umur Musa ketika dia dipanggil untuk memimpin Bani Israel keluar dari Mesir, dan nampaknya mengindikasi kekuatan (gevurah) di dalam kehidupan manusia (Mzm. 90:10).

ף – פ

Huruf Pey memiliki 2 bentuk, yakni bentuk medial (פ) dan bentuk sofit (ף). Bentuk medial huruf Pey (פ) terlihat “ditekuk” dalam kerendahan hati, menunjukkan “mulut tertutup”. Namun, bentuk Pey sofit (ף), dikatakan “terbuka” dan “tegak.” Memiliki makna bahwa kita harus diam dan rendah hati sebelum kita menegakkan diri untuk berbicara. Jika mulut tidak bisa mengeluarkan pujian dan kebenaran Torah, mulut itu harus tetap ditutup (Ams. 10:19).
Menurut midrash (Shemot Rabbah 1:31) dan Kitab Yashar, ketika Musa masih sangat muda, ia pernah terlihat melemparkan mahkota emas Firaun ke tanah. Setelah mengetahui tindakan penghinaan yang nyata ini, Firaun membuat suatu ujian untuk melihat apakah anak itu memahami implikasi tindakannya. Oleh karena itu dia memerintahkan agar sebuah piring dengan sepotong emas dan sepotong batu bara membara dibawa di hadapan Musa dan memerintahkan anak lelaki kecil ini untuk memilih salah satu. Jika Musa memilih emas, itu akan menyiratkan bahwa ia memahami nilainya, dan karena itu ia akan dibunuh. Di sisi lain, jika Musa memilih batu bara yang membara, ia akan diampuni karena ia tidak dapat membedakan antara emas dan sepotong batu bara yang membara.
REPORT THIS AD
REPORT THIS AD

Musa mulai meraih emas ketika seorang malaikat mendorong tangannya ke samping dan dia mengambil batu bara itu sebagai gantinya. Musa kemudian segera memasukkan tangannya ke dalam mulutnya, tetapi itu membakar bibir dan lidahnya dengan sangat parah sehingga ia menjadi kesulitan berbicara permanen sebagai konsekuensinya.
Belakangan, ketika Elohim memerintahkan Musa untuk berbicara kepada anak-anak Israel, ia memprotes kepada YHVH bahwa ia kevad peh – “berat mulut” dan kevad lashon, “berat lidah,” dan karenanya tidak dapat berbicara atas nama YHVH (Kel. 4:10). Elohim mengingatkannya bahwa Dia adalah Pencipta mulut: Dan YHVH berfirman kepadanya, “Siapa yang menempatkan mulut kepada manusia, atau siapa yang menempatkan bisu atau tuli atau melihat atau buta? Tidakkah Aku, YHVH?” (Kel. 4:11). YHVH kemudian marah kepada Musa karena keengganannya dan memutuskan bahwa “karena kata-katamu” dia tidak akan diizinkan menjadi seorang kohen (imam), tetapi saudaranya Harun akan mengambil kedudukan itu.
Midrash lain mengatakan bahwa pada usia 80, Musa diberi “mulut baru” untuk mengajar orang-orang, dan yang lain mengatakan bahwa itu adalah tanda bagi orang Israel di Mesir bahwa Musa, si gagap itu, dapat mengucapkan Nama Ilahi dengan sempurna ketika ia berdiri di hadapan orang-orang Israel sebagai perantara YHVH.

Tahun 5780 merupakan fondasi pintu gerbang 10 tahun ke depan untuk permulaan penggenapan dari apa yang telah diperlihatkan dan difirmankan Elohim kepada kita. Angka 8 dalam 80 melambangkan awal penggenapan nubuat bagi “mereka yang mempunyai mata (ע) untuk melihat visi Elohim atas diri mereka di bumi ini”, yang telah Dia perlihatkan selama 10 tahun terakhir.
“Hal-hal yang diucapkan tentang mereka melalui mulut-Ku bahkan sebelum mereka dilahirkan akan digenapi bagi hamba-hamba-Ku karena kesetiaan mereka yang radikal. Terlepas dari segala kesulitan yang mereka alami, mereka percaya kepada-Ku dalam ketaatan. Inilah kunci yang Aku cari dari hamba-hamba-Ku — iman radikal yang mengarah kepada ketaatan radikal yang menuntun mereka kepada takdir mereka. Mereka harus mengawasi baik-baik apa yang keluar dari mulut (פ) mereka sementara mendekati tahun 5780. Mereka harus memperhatikan apa yang masuk ke dalam gerbang mata (ע) mereka dan apa yang keluar dari gerbang mulut (פ) mereka. Mereka harus meminta Roh Kudus-Ku untuk pengendalian diri. Mereka harus mengawasi apa yang mereka lihat, apa yang mereka katakan di antara hal-hal lain di masa transisi ini. Ini sangat signifikan.”
Dan karena itu “mata” (ע) kita harus terus berfokus kepada apa yang Dia perbuat, dan “mulut” (פ) kita harus terus mendeklarasikan firman-Nya, yang pada waktu-Nya, sama seperti penciptaan, akan membawa kita kepada kepenuhan penggenapan rencana-Nya atas hidup kita.




Minggu, 15 September 2019

TAHUN IBRANI 5780 - PEY

HARI RAYA YHWH

Tidak Ada Tahun “AYIN PEY” dalam Kalender Ibrani

Ada salah kaprah dalam penyebutan tahun Ibrani 5780 yang akan datang. Beberapa orang, bahkan sampai level pengkhotbah, menyebut tahun Ibrani 5780 sebagai tahun “AYIN PEY.” Mungkin karena selama sepuluh tahun terakhir ini sudah terbiasa mendengar istilah tahun Ibrani yang didahului AYIN.
Tahun Ibrani 5780 (תש”פ) atau disingkat tahun פ (pey/peh, artinya: mulut), akan dimulai pada petang hari 29 September 2019, yakni pada Erev Rosh Hashanah atau Yom Teru’ah atau Hari Raya Sangkakala (1 Tishrei 5780).
Itu sudah bukan tahun ע (ayin) lagi, karena ע (ayin) mewakili nilai numerik 70. Tahun ע (ayin, artinya: mata) mewakili dasawarsa 5770 hingga 5779. Tahun ע (ayin) yang terakhir adalah עט (ayin tet), yaitu tahun 5779 (תש”עט), yang berakhir pada petang hari 29 September 2019. Huruf Ibrani עט (ayin tet) mewakili nilai numerik 79 [ע=70; ט=9].
Setelah petang hari 29 September 2019 (1 Tishrei 5780), kita memasuki dasawarsa tahun פ (pey), yakni 5780 hingga 5789. Huruf Ibrani פ (pey) mewakili nilai numerik 80. Dan oleh karena itu, penyebutan tahun Ibrani 5780 cukup dengan tahun פ (pey) saja.
Tahun Ibrani 5780 boleh ditulis secara lengkap dalam huruf Ibrani תש”פ (nilai numerik=780; ת=400; ש=300; פ=80; tanda gershayim (“) menunjukkan bahwa itu adalah bilangan).
Jadi, tidak ada tahun “Ayin Pey” dalam kalender Ibrani.
[ע=70; פ=80]




Sabtu, 10 Agustus 2019

ACCELERATION MIRACLES

*ACCELERATION MIRACLES*
*ECCLESIA FELLOWSHIP SION*
*SENIN 05 AGUSTUS 2019*
*PASTOR ROBERT LIE*

               

Shalom

Hari ini Tuhan sampaikan kepada saya Rhema Tentang Acceleration Miracles.

Yohanes 15:16 (TB)  Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.

Tuhan Yesus memberikan Perintah untuk Anak-AnakNya untuk Pergi dan Menghasilkan Buah.

*Goal Hidup Kekristenan kita : Menghasilkan Buah dan Kita Harus Hidup Maksimal*

Tuhan Yesus mau untuk kita hidup maksimal dan kita mengalami TEROBOSAN di dalam kehidupan kita.

Amsal 13:12 (TB)  Harapan yang tertunda menyedihkan hati, tetapi keinginan yang terpenuhi adalah pohon kehidupan.

Harapan atau Ekspektasi kita yang tinggi kepada Tuhan dan Itu tidak menjadi kenyataan maka kita akan mengalami Kekecewaan.

*PESAN TUHAN:*

*Tuhan menginginkan kita mengalami hal-hal yang baru*

*Tuhan menginginkan kita mengalami TEROBOSAN Didalam hidup kita*

*Tuhan sedang membawa kita kepada Musim Yang Baru dan mengalami Acceleration Miracles*

*Tuhan Yesus katakan ini adalah Musim Percepatan yang Tuhan berikan kepada anak-anakNya.*

*Tuhan sudah siapkan Jalan Tol bagi Anak-AnakNya sehingga setiap Janji Tuhan, saat ini Anak-AnakNya tidak akan mengalami waktu yang lama untuk menjadi kenyataan*

Yesaya 43:18-19 (TB)  firman-Nya: "Janganlah ingat-ingat hal-hal yang dahulu, dan janganlah perhatikan hal-hal yang dari zaman purbakala!
Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya? Ya, Aku hendak membuat jalan di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara.

*Tuhan sedang membuat sesuatu yang baru didalam hidup kita. Tuhan sedang mempersiapkan sesuatu yang dahsyat Didalam hidup kita*

*Tuhan Hendak Membuat Jalan Di Padang Gurun, Tuhan akan membawa kita berjalan diatas Kemustahilan*

*Kita harus masuk dan hidup dalam Rencana Tuhan*

*Apapun yang orang katakan tentang hidup kita, kita tidak bisa berubah, nasib kita sama saja. Tuhan Yesus akan membuat Acceleration Miracles*

Ulangan 6:6, 23 (TB)  Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan,
tetapi kita dibawa-Nya keluar dari sana, supaya kita dapat dibawa-Nya masuk untuk memberikan kepada kita negeri yang telah dijanjikan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyang kita.

Tuhan Yesus membawa kita dari Padang Gurun. Padang Gurun adalah Pergumulan, Masalah, Kesengsaraan.

Didalam setiap Pergumulan Masalah yang kita hadapi Tuhan memberikan Jalan Keluar.

Tuhan Mau Kita Mengalami Percepatan dalam hidup kita. Itulah Kerinduan Tuhan.

*ALASAN TUHAN INGIN KITA MENGALAMI PERCEPATAN*

*Tuhan Yesus Sudah Sangat Siap untuk Membawa Kita Kedalam Percepatan*

*Kita Membutuhkan Percepatan Tuhan Untuk Membawa kita kepada Terobosan*

*Kita harus Datang Kepada Tuhan dan Percaya Tuhan untuk Menerima Acceleration Miracles*

Kunci Menerima Terobosan : *Percaya dan Berjalan Bersama Tuhan supaya Kita Sepakat*

Kita harus Menyelaraskan Pikiran Kita Dengan Pikiran Tuhan.

Yesaya 55:8-9 (TB)  Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN.
Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.

Tuhan mau kita mengalami TEROBOSAN didalam hidup kita.

Kita harus minta Tuhan menjamin kita supaya kita bisa sampai ke Tujuan Tuhan dalam hidup kita.

Jika Tuhan tidak tolong kita maka kita tidak bisa sampai ke Tujuan Yang Sudah Tuhan tetapkan dalam hidup kita.

Markus 8:22-25 (TB)  Kemudian tibalah Yesus dan murid-murid-Nya di Betsaida. Di situ orang membawa kepada Yesus seorang buta dan mereka memohon kepada-Nya, supaya Ia menjamah dia.
Yesus memegang tangan orang buta itu dan membawa dia ke luar kampung. Lalu Ia meludahi mata orang itu dan meletakkan tangan-Nya atasnya, dan bertanya: "Sudahkah kaulihat sesuatu?"
Orang itu memandang ke depan, lalu berkata: "Aku melihat orang, sebab melihat mereka berjalan-jalan, tetapi tampaknya seperti pohon-pohon."
Yesus meletakkan lagi tangan-Nya pada mata orang itu, maka orang itu sungguh-sungguh melihat dan telah sembuh, sehingga ia dapat melihat segala sesuatu dengan jelas.

Kita harus Datang Kepada Tuhan Yesus seperti Orang Buta karena ada sebuah Kebutuhan.

Cara Tuhan itu kadang tidak ada terjangkau oleh pikiran kita, Cara Tuhan Yesus itu kadang aneh dan unik

Cara Pikir Tuhan seringkali berbeda dengan Pikiran Kita.

Dalam Perjalanan Kekristenan kita seringkali kita membutuhkan sentuhan Tangan Tuhan yang kedua kalinya.

Sentuhan Kedua Tuhan akan membuat engkau bisa melihat dengan jelas Jalan-Jalan Tuhan.

Seringkali kita sudah merasa hebat walaupun kita masih melihat samar-samar.

*Kenapa Harus Dua Kali Sentuhan Tuhan ?*

Karena Tuhan mempunyai tujuan dan mau mengajar kita

Didalam hidup kita sering kita sudah mengalami Tuhan tetapi kita belum bisa melihat jelas Jalan-Jalan Tuhan.

Kita membutuhkan Tuhan Setiap hari. Kita jangan merasa puas dengan apa yang kita terima dalam hidup kita.

*PESAN TUHAN*

*TUHAN AKAN BANGKITKAN GENERASI DI BAWAH 30 TAHUN, TUHAN AKAN PAKAI SECARA LUAR BIASA DAN MENGALAMI ACCELERATION MIRACLES*

Kita harus menyiapkan diri secara sungguh-sungguh.

Generasi muda ini akan melihat dengan jelas apa yang Tuhan akan buat.

*MUJIZAT PERCEPATAN*
*AIR MENJADI ANGGUR*

Yohanes 2:1-11 (TB)  Pada hari ketiga ada perkawinan di Kana yang di Galilea, dan ibu Yesus ada di situ;
Yesus dan murid-murid-Nya diundang juga ke perkawinan itu.
Ketika mereka kekurangan anggur, ibu Yesus berkata kepada-Nya: "Mereka kehabisan anggur."
Kata Yesus kepadanya: "Mau apakah engkau dari pada-Ku, ibu? Saat-Ku belum tiba."
Tetapi ibu Yesus berkata kepada pelayan-pelayan: "Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!"
Di situ ada enam tempayan yang disediakan untuk pembasuhan menurut adat orang Yahudi, masing-masing isinya dua tiga buyung.
Yesus berkata kepada pelayan-pelayan itu: "Isilah tempayan-tempayan itu penuh dengan air." Dan mereka pun mengisinya sampai penuh.
Lalu kata Yesus kepada mereka: "Sekarang cedoklah dan bawalah kepada pemimpin pesta." Lalu mereka pun membawanya.
Setelah pemimpin pesta itu mengecap air, yang telah menjadi anggur itu — dan ia tidak tahu dari mana datangnya, tetapi pelayan-pelayan, yang mencedok air itu, mengetahuinya — ia memanggil mempelai laki-laki,
dan berkata kepadanya: "Setiap orang menghidangkan anggur yang baik dahulu dan sesudah orang puas minum, barulah yang kurang baik; akan tetapi engkau menyimpan anggur yang baik sampai sekarang."
Hal itu dibuat Yesus di Kana yang di Galilea, sebagai yang pertama dari tanda-tanda-Nya dan dengan itu Ia telah menyatakan kemuliaan-Nya, dan murid-murid-Nya percaya kepada-Nya.

INI ADALAH CONTOH ACCELERATION MIRACLES DALAM PERJANJIAN BARU'.

Alasannya adalah Menyediakan Anggur Yang Terbaik membutuhkan waktu yang lama

Ibu Yesus menyampaikan kebutuhan yang ada di Perjamuan Pernikahan di Mana

Para Pelayan Perjamuan Pernikahan Taat melaksanakan Perintah Tuhan.

Air berubah menjadi Anggur adalah Acceleration Miracles.

Kita tahu Bahwa Tuhan selalu memberikan yang terbaik di dalam kehidupan kita sehari-hari.

Anggur yang terbaik membutuhkan waktu yang lama untuk membuat nya

Jika Tuhan perintahkan sesuatu kepada kita maka Acceleration Miracles terjadi dalam kehidupan kita.

Didalam Kerajaan Tuhan, Tuhan membawa serba cepat. Kita mendapatkan Perintah Tuhan Untuk Menaklukkan Dunia.

Ada Proses untuk menciptakan Anggur yang terbaik.

*TAHAP PEMBUATAN ANGGUR*

*Memanen (harvesting):*
Proses pembuatan wine pertama diawali dengan memanen. Pada proses ini dipilih anggur yang memiliki tingkat keasaman, manis dan rasa yang tepat. Tingkat keasaman dan manis anggur harus seimbang. Proses memanen pun tergantung dari cuaca. Untuk hasil yang berkualitas, para pembuat wine (winemaker) memanen tidak menggunakan mesin melainkan tangan mereka sendiri. Hal ini dikarenakan dikhawatirkan mesin dapat merusak kualitas anggur.

*Penghancuran buah (crushing): *
Proses ini adalah saat dimana anggur siap untuk dihancurkan. Kini, penghancuran buah anggur menggunakan mesin, berbeda dengan zaman dahulu yang menggunakan kaki. Penghancuran dengan mesin meningkatkan kualitas dan ketahanan wine. Untuk menghasilkan white wine, maka dalam proses penghancuran anggur akan dipisahkan kulit, biji dan dagingnya agar menghasilkan warna bersih yang diinginkan.

*Fermentasi (fermentation): *
Proses fermentasi dimulai selama 6-12 jam ketika ditambahkan ragi. Proses ini berlanjut sampai memberikan gula. Air hasil fermentasi akan berubah menjadi alkohol. Untuk menghasilkan wine dengan cita rasa yang manis, maka winemaker akan menghentikan proses ini sebelum gula berubah menjadi alkohol. Proses fermentasi bisa dilakukan dimana saja selama 10 hari hingga 1 bulan bahkan lebih.

*Penjernihan (Clarifycation):*

Setelah proses fermentasi selesai, maka dimulai proses pemisahan ragi, tannins dan protein. Wine akan dipindahkan ke dalam bejana seperti oak barrel atau stainless steel tank sehingga Wine akan menjadi jernih dan bersih.

*Penuaan & Pengemasan*:
Proses membuat wine di tahap terakhir ini memiliki 2 pilihan yaitu langsung di kemas pada botol atau dituakan (aging). Proses penuaan wine akan menghasilkan wine dengan rasa yang halus.

Ini adalah Waktu Kita Untuk Mengalami Acceleration Miracles

Cukup dengan sekali Sentuhan Tuhan maka kita akan sampai kepada Tujuan Tuhan yang sudah ditetapkan untuk kita.

Kita harus Percaya Tuhan dan Dapat Dipercaya.

Tuhan Yesus terlibat dalam hidup kita. Tuhan Yesus Menyediakan Semua Yang Terbaik dalam hidup kita.

*ELIA MENGALAMI ACCELERATION MIRACLES*

1 Raja-raja 18:41-46 (TB)  Kemudian berkatalah Elia kepada Ahab: "Pergilah, makanlah dan minumlah, sebab bunyi derau hujan sudah kedengaran."
Lalu Ahab pergi untuk makan dan minum. Tetapi Elia naik ke puncak gunung Karmel, lalu ia membungkuk ke tanah, dengan mukanya di antara kedua lututnya.
Setelah itu ia berkata kepada bujangnya: "Naiklah ke atas, lihatlah ke arah laut." Bujang itu naik ke atas, ia melihat dan berkata: "Tidak ada apa-apa." Kata Elia: "Pergilah sekali lagi." Demikianlah sampai tujuh kali.
Pada ketujuh kalinya berkatalah bujang itu: "Wah, awan kecil sebesar telapak tangan timbul dari laut." Lalu kata Elia: "Pergilah, katakan kepada Ahab: Pasang keretamu dan turunlah, jangan sampai engkau terhalang oleh hujan."
Maka dalam sekejap mata langit menjadi kelam oleh awan badai, lalu turunlah hujan yang lebat. Ahab naik kereta lalu pergi ke Yizreel.
Tetapi kuasa TUHAN berlaku atas Elia. Ia mengikat pinggangnya dan berlari mendahului Ahab sampai ke jalan yang menuju Yizreel.

ELIA LARI MENDAHULUI KERETA AHAB. ROH TUHAN HINGGAP DALAM HIDUP ELIA

*Jika Roh Allah hinggap dalam hidup kita maka Kita menerima Urapan Acceleration Miracles*

*Kita harus percaya bahwa Tuhan Menyentuh Mata kita maka kita akan melihat Jalan-jalan Tuhan. Dalam kehidupan kita*

Wahyu 22:13 (TB)  Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terkemudian, Yang Awal dan Yang Akhir."

Amin

Penulis

Joshua Ivan Sudrajat S