Sabtu, 07 September 2013

PERANG DI SURIAH : BAGAIMANA AMERIKA, RUSIA, IRAN, TIMUR TENGAH, AFRIKA, EROPA AKAN TERKENA DAMPAK- 6 September 2013 (BAGIAN 2)

Ketika saya berbaring di tempat tidur, saya berada dalam suatu hal yang tidak bisa dipahami dan saya mendapati diri saya berjalan di tanah tandus yang saya datangi kemarin. Saya melemparkan pandangan saya jauh ke depan dan asap terus mengepul ke atas ke langit. Penglihatan saya kabur ketika melihat kesedihan yang telah disebabkan oleh perang. Korban jiwa ada di mana-mana dan tampaknya perempuan serta anak-anak-lah yang meratap. Saya terjebak dalam pandangan sedih ini. Saya melihat ke samping tapi asap mengepul itu begitu besar.

Ketika saya sedang berdiri sendirian di lahan tandus, saya merasakan kehadiran seseorang di belakang saya. Saya berbalik, saya melihat Yesus mengenakan jubah coklat. Rambutnya panjang dan rambutnya diikat dengan anggun dengan pita merah di belakang. Dia memakai sepatu yang memancarkan cahaya berkilau keemasan. Matanya tampak seolah-olah terbakar dengan api. Saya bersujud, merendahkan diri sepenuhnya di hadapan Tuhan. DIA memberikan tangan kananNYA dan saya berdiri.

Saya tidak tahu apa yang terjadi tapi saya mendapati diri saya di Suriah dan saya melihat bagaimana beberapa bagian dari negara itu berada dalam reruntuhan. Itu adalah setelah serangan militer dan matahari di Suriah sudah meredupkan cahayanya sepenuhnya. Tentara yang duduk di sana adalah tentara Amerika. Ketika mereka sedang duduk di sana, mereka merayakan kemenangan mereka. Beberapa tentara Rusia datang ke tempat itu dan menyergap pasukan Amerika. Semuanya tewas dalam serangan itu. Saya melihat seorang pria yang berbicara lewat radio menghubungi AS. Radio berbunyi dua kali. Ada suara yang menjawab. Pria itu membuat suatu pernyataan bahwa mereka dalam bahaya dan radio itu masih terus berlangsung.

Suara rudal-rudal yang meledak dan senjata terus menghembus melalui udara. Saya kembali memandang besarnya korban jiwa. Di manapun di setiap jalan Suriah yang saya lihat, ada mayat-mayat di tanah. Perang itu semakin sengit dan Suriah berubah menjadi medan pertempuran antara Rusia, pasukan AS dan China. Saya mencari perlindungan dalam sebuah bangunan runtuh. Pertempuran semakin berkobar ketika para pemberontak ikut bergabung dan menyerang pasukan Amerika dan banyak dari mereka yang tewas.

Saya kembali lagi ke tanah tandus. Yesus berkata, "AnakKU, kau telah melihat sedikit dari apa yang akan terjadi. Amerika Serikat akan banyak kehilangan dalam pertempuran ini. Bukan karena Rusia atau Cina memiliki kekuatan militer yang lebih banyak dibanding AS, tetapi karena tanganKU menentang AS. AKU akan menghukum dia karena banyak bayi yang diaborsi, karena banyak hubungan seksual yang tidak wajar, karena kejahatan telah diterima sebagai hal yang benar dan karena kebenaran mereka telah berpaling kepada kejahatan. Ini akan menjadi keterkejutan bagi bangsa ini. Kekuatan Militer akan mengalami kegagalan." DIA menatap saya dengan mata apiNYA yang menyala dan saya dibawa langsung ke Suriah lagi. Saya melihat bahwa AS tidak menang. Rusia dan Cina diam-diam telah mempersenjatai pasukan Suriah. Saya melihat Assad membuat pengumuman di TV bahwa AS pasti akan dikalahkan.

Saya dikembalikan kembali lagi ke tanah tandus itu. Yesus berkata, "bagi UmatKU, kejadian ini akan memberitahukan suatu hal kepada mereka-- Bahwa KedatanganKU sudah dekat, kesudahan sudah semakin dekat dan bertambah dekat namun banyak dari orang-orang kudusKU yang masih tidur. Jika mereka tidak bangun, sangkakala akan berbunyi dan mereka akan bangun di masa kesusahan."

Saat IA berbalik, saya melihat DIA seperti yang dilihat oleh murid-murid...IA naik perlahan ke langit. Kemudian saya kembali dibawa ke tempat tidur. 


-Disampaikan oleh Pius Joseph

Tidak ada komentar:

Posting Komentar