Kamis, 07 Januari 2016

Pesan Profetis di Tahun 2016 Oleh Anne Graham Lotz

Ketika saya melihat ke depan hingga 2016, saya percaya situasi nasional dan global kita akan menjadi lebih buruk. Seorang teman baik saya telah memfokuskan perhatian saya pada Yesaya 60: 1-2 sebagai Firman Tuhan untuk Tahun Baru: "Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu. Sebab sesungguhnya, kegelapan menutupi bumi, dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa; tetapi terang TUHAN terbit atasmu, dan kemuliaan-Nya menjadi nyata atasmu."

Saya bisa merasakan kegelapan kejahatan yang melampaui batas seperti kabut moral dan spiritual yang tebal. Hal ini menyebar ke setiap sudut bangsa kita. Pada saat yang sama di mana bangsa kita diselimuti kegelapan tebal, TUHAN memerintahkan kita untuk bangkit, biarkan terang kita bersinar, dan kemuliaan Tuhan kita akan jelas bagi semua orang.

Pikiran-pikiran yang saling bersinggungan antara gelap pekat dan terang, kejahatan yang melampaui batas dan kemuliaan, berada dalam pikiran saya selama berhari-hari ini sebelum Natal. Saya telah merenungkan 2 Tawarikh 20 di mana Yosafat, raja Yehuda, telah diperingkatan bahwa suatu pasukan besar mendatangidirinya. Seperti saya sedang menempatkan diri di tempatnya, saya bertanya pada diri sendiri, apa yang kita lakukan ketika kita diberitahu akan ada serangan musuh? Jawabannya diberikan dalam ayat berikutnya: "Yosafat menjadi takut, lalu mengambil keputusan untuk mencari TUHAN. Ia menyerukan kepada seluruh Yehuda supaya berpuasa. Dan Yehuda berkumpul untuk meminta pertolongan dari pada TUHAN. Mereka datang dari semua kota di Yehuda untuk mencari TUHAN. "(2 Tawarikh 20: 3-4).. Yosafat memimpin umat Tuhan dalam doa dengan hati yang sedih berseru memohon pertolongan.

Dalam roh, saya telah berulang kali diperingatkan bahwa musuh sedang maju untuk melawan. Inilah sesuatu yang saya tahu. Dan saya merasa terdorong, seperti Yosafat, untuk memimpin umat Tuhan juga dalam doa yang sungguh-sungguh untuk memohon pertolongan sebelum kita terjun melewati titik di mana tidak bisa kembali dan masuk ke dalam penghakiman Tuhan.

Mulianya adalah TUHANh menjawab doa Yosafat dengan meyakinkan dia, "Janganlah kamu takut dan terkejut karena laskar yang besar ini, sebab bukan kamu yang akan berperang melainkan Allah.. ... Dalam peperangan ini tidak usah kamu bertempur. Hai Yehuda dan Yerusalem, tinggallah berdiri di tempatmu, dan lihatlah bagaimana TUHAN memberikan kemenangan kepadamu. Janganlah kamu takut dan terkejut. " (2 Tawarikh 20:15b, 17).


Apa tindakan yang akan kita lakukan? Saya percaya yang harus dilakukan adalah berlutut sebagaimana kita merendahkan diri, mencari wajah Tuhan, bertobat dari dosa kita dan berdoa bagi bangsa kita. Kemudian, setelah melakukan semua itu, kita berdiri teguh dalam iman kita bahwa TUHAN telah mendengar dan akan menjawab doa kita.


- Disampaikan oleh Anne Graham Lotz 


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar