Rabu, 06 Januari 2016

Kesaksian: Takhta Penghakiman Tuhan – Oleh Roderickus Pickens





Roderickus Pickens adalah seorang anak muda yang mengalami pengalaman di luar tubuh (masuk ke alam roh). Berikut ini adalah ringkasan dari video kesaksian Roderickus di atas:

Suatu hari pada bulan Oktober 2014 Roderickus melihat kesaksian sorga dan neraka di Youtube yang membuatnya tertarik sekaligus cukup menyeramkan baginya. Roderickus saat itu tidak mengerti apa yang dibacanya pada hari itu, ia bertanya-tanya apakah hal itu benar-benar nyata karena ia sendiri belum pernah ke sana dan melihatnya sendiri.

Kemudian Roderickus mulai berdoa seperti ini: “Tuhan, jika engkau bersedia memberikanku pengalaman di luar tubuh, maka saya akan benar-benar menyebarkan firman-Mu dan memberitahukan kepada semua orang apa yang saya lihat.” Dia hanya berdoa dan berdoa dengan tidak terlalu berharap bahwa Tuhan akan selalu menjawab doanya. Lalu pada saat Roderickus tidur, ia mengalami suatu sensasi di mana rohnya keluar dari tubuh jasmaninya.

Roderickus melihat kilatan-kilatan cahaya dan kemudian ia berada di suatu tempat yang berlangit biru tanpa awan satupun. Semuanya benar-benar biru. Ia melihat tubuhnya yang transparan seperti bentuk roh dan di dadanya ada seperti benih. Di tempat itu ia melihat ada antrian orang yang begitu panjang dan jauh di ujungnya ia melihat seperti ada sesosok bayangan besar tetapi tidak begitu jelas, namun ia tahu bahwa itu adalah Sang Pecipta, Tuhan kita. Tampaknya hanya Roderickus yang bisa bergerak bebas untuk mengamatinya. Ia bisa mendengar ada suara yang berseru “Enyahlah dari hadapan-Ku!” dan kemudian seperti ada portal besar yang terbuka. Dan yang tampak di dalam portal itu sangat mengerikan, bukan percikan api kecil atau api biasa, namun tampak seperti batu-batu api yang sangat panas sehingga orang-orang yang di luar portalpun dapat merasakan hawa panasnya. Orang-orang masuk seperti tersedot ke dalamnya, melayang dan jatuh ke bawah dan bisa terdengar teriakan orang yang masuk ke dalamnya. Setelah orang itu masuk, portal akan tertutup kembali. Sangat menakutkan. Orang-orang tersebut dikirim ke neraka.

Seperti secara otomatis ada dorongan sehingga antrian itu maju dan masing-masing orang dihakimi. Pada saat penghakiman berlangsung semua orang dapat mendengar apa yang dikatakan Tuhan dan masing-masing seperti sudah mengetahui ke mana mereka akan pergi. Salah satu yang diingat Roderickus adalah seorang perempuan berambut pirang berada di hadapan takhta penghakiman itu.
Tuhan berkata: “Aku tidak menghakimi apa yang kau masukkan ke dalam facebook, tetapi Aku menghakimimu atas bagaimana orang-orang yang menerimanya….” 300.000 ribu orang tersesatkan karena satu postingan perempuan ini. Dan Tuhan melanjutkan: “darah mereka ada di dalam tanganmu…Enyahlah dari hadapan-Ku!”

Begitu penuh kuasa perkataan Tuhan itu sehingga sulit bagi Roderickus untuk menjelaskannya. Begitu Tuhan mengatakan itu, dengan cepat perempuan itu masuk ke dalam portal. Teriakannya begitu membuat Roderickus ketakutan. Ia mendengar banyak hal penghakiman seperti percabulan, perzinahan, dll dimana orang-orang kesulitan keluar dari situasi itu dan tidak bertobat. Banyak sekali orang yang terbang di kirim masuk ke dalam portal tersebut menuju neraka, ribuan bahkan ratusan ribu orang….

Kemudian tibalah giliran Roderickus untuk maju ke hadapan Tuhan, ia dipanggil. Dan Tuhan mulai berbicara kepadanya. Kita perlu ingat bahwa kehidupan kita inilah yang nantinya akan bersaksi di hadapan Tuhan, maka dari itu kita tidak bisa berbohong. Dan ketika Tuhan berbicara, seperti ada layar besar yang menunjukkan tindakan-tindakan kita tersebut. Tuhan mulai berbicara kepada Roderickus mengenai hal-hal yang seharusnya bisa dilakukan lebih baik lagi. 

Lalu Tuhan mengingatkan Roderickus mengenai seorang perempuan di mana ia harus melepaskan pengampunan terhadap perempuan tersebut dan Tuhan benar-benar menyebut nama perempuan tersebut secara spesifik. Tuhan bertanya: “Mengapa kau tidak mengampuninya?” Roderickus menjawab: “Saya mengampuninya, Tuhan.” Tuhan bertanya kembali “Oh, lalu mengapa setiap kali kau berbincang dengannya di telepon kau selalu mengungkit-ngungkit masalah itu kembali seolah masih terjadi?”  jawab Roderickus:”Tapi Tuhan….saya memang benar-benar mengampuninya.” Sahut Tuhan: “Lalu mengapa benih itu masih ada di dalam dadamu?” Roderickus pun tidak bisa menjawab apa-apa dan hanya tercengang dan berkata dalam hati: “oh tidak…itu benih-benih dari apa yang sudah aku lakukan.” Dan Tuhan berkata kembali “Baiklah, karena kau mengampuninya, Aku juga mengampuni beberapa dosamu.”

Roderickus sedikit merasa lega, namun Tuhan terus menyebutkan banyak hal mengenai kehidupannya yang tidak berkenan di hadapan-Nya dan Tuhan sama sekali belum menyebutkan satupun hal baik. Di titik ini Roderickus merasa sangat ketakuan. Dia tidak bisa membayangkan ketika portal itu terbuka nantinya. Dia tidak bisa menjelaskan dengan kata-kata betapa takut dirinya. Karena begitu sangat takutnya, Roderickus tidak mendengarkan apa yang Tuhan katakan kepadanya dan ia hanya bisa menoleh. Ia merasa bahwa akan dikirim ke neraka dan berharap agar memiliki kesempatan lagi untuk kembali dan membenahi yang salah. Dalam hatinya, Roderickus  berseru memohon agar jangan dikirim ke neraka.

Roderickus mulai mentikkan air mata dan seperti dalam  gerakan lambat ia melihat ke arah Tuhan untuk mengetahui apa penghakiman Tuhan atas dirinya. Tapi Tuhan berkata “Bagus, kau mengerti…kau menangkap maksudnya.” Dan Tuhan melanjutkan berkata “Mari…” Roderickus cukup kaget dan bingung dengan pernyataan Tuhan, dan di sisi Tuhan yang lain terbukalah Sorga. Begitu lembut, begitu terang dan warnanya tak terkatakan -  belum pernah dilihat sebelumnya…begitu indah dan luar biasa seperti bunga yang mekar. Roderickus mulai masuk ke dalamnya dan ketika tangannya mulai menyentuh masuk, terlihat seperti tangannya membesar…seperti kondisi orang dewasa dalam tubuh kemuliaan. Begitu ia melangkah masuk, bisa terlihat bagaimana Roderickus tumbuh besar menjadi seperti orang dewasa dan bagaimana rohnya diubahkan ke dalam tubuh kemuliaan. Ketika ia masuk ke dalam sepenuhnya, ia terbangun. 

Pengalaman ini sangatlah nyata, seakan terjadi saat itu juga. Semua bsia dirasakan secara nyata oleh Roderickus. Ia bertanya kepada Tuhan mengapa IA menunjukkan hal ini kepadanya? Jawab Tuhan ialah agar melalui Roderickus orang-orang boleh diperingatkan, karena itu yang akan terjadi nanti. 

Melalui kesaksian ini kita mendapatkan pesan agar kita mengampuni orang-orang yang sudah menyakiti kita. Begitu sangat banyak orang yang menuju ke neraka. Benahi diri di hadapan Tuhan, kasihi sesama dan musuhmu. Apa yang sudah dilihat Roderickus sangat membuatnya ketakutan, maka dari itu mulai sekarang pilihlah Kasih. Terimalah Yesus Kristus sebagai Tuhan dan juruselamat. Percayalah bahwa Dia sudah mati di kayu salib untuk menebus dosa-dosa kita dan kemudian bangkit pada hari yang ketiga. Bacalah alkitab dan lakukanlah dalam hidup kita, sehingga ketika Tuhan Yesus datang kembali IA tidak melihat tubuh jasmani kita, tetapi melihat firman-Nya. Lepaskan pengampunan, saling mengasihi dan lihatlah perubahan yang Tuhan sudah lakukan dalam hidup saudara.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar