Rabu, 11 Maret 2015

Tidak Mungkin dibaharui sekali lagi menuju pertobatan ??


- Ajaran Alkitab di Ibrani 6:4-6 - Di mana batasannya? Pada titik manakah seseorang berada di luar pertobatan ?? Baca terus ...

Ini adalah ayat Alkitab yang sangat serius, peringatan keras dari titik di mana seseorang berada di luar jangkauan pertobatan dan karena itu secara efektif terkutuk, tak dapat dietbus, karena mereka menyalibkan sendiri Anak Allah. Ini bisa menjadi suatu hal yang menakutkan. Tapi juga merupakan sebuah ayat yang mana beberapa orang telah tersandung dengan perasaan jengkel dalam hati karena mungkin mereka telah jatuh & tidak memiliki harapan lagi. Mari kita lihat dan berbagi firman kebenaran untuk menentukan siapa orang-orang yan termasuk dalam kategori ini dan di mana batasannya:

--- Ibrani 6,4-8 "Sebab mereka yang pernah diterangi hatinya, yang pernah mengecap karunia sorgawi, dan yang pernah mendapat bagian dalam Roh Kudus, dan yang mengecap firman yang baik dari Allah dan karunia-karunia dunia yang akan datang, namun yang murtad lagi, tidak mungkin dibaharui sekali lagi sedemikian, hingga mereka bertobat, sebab mereka menyalibkan lagi Anak Allah bagi diri mereka dan menghina-Nya di muka umum.Sebab tanah yang menghisap air hujan yang sering turun ke atasnya, dan yang menghasilkan tumbuh-tumbuhan yang berguna bagi mereka yang mengerjakannya, menerima berkat dari Allah; tetapi jikalau tanah itu menghasilkan semak duri dan rumput duri, tidaklah ia berguna dan sudah dekat pada kutuk, yang berakhir dengan pembakaran. "

Pertama, kita melihat bahwa "namun yang murtad", mereka meninggalkan Kristus, meninggalkan Dia. Ini bukan berarti mereka jatuh ke dalam dosa, atau berjuang melawan daging, melainkan bahwa mereka murtad, kembali mengerjakan kebiasaan lama yg tercela atau melakukan kemurtadan. Jika membaca Kitab Ibrani dengan hati-hati mereka akan melihat inilah alasan utama Paulus menulis kepada mereka. Orang-orang Ibrani yang percaya berada di bawah penganiayaan (Ibr 10:32-39) yang menjadi lelah dan berada di bawah godaan untuk meninggalkan Kristus dan kembali ke Yudaisme untuk hidup damai dengan manusia(berdosa). Paulus memperingatkan mereka dan memanggil agar hidup oleh iman dalam perjanjian yang lebih baik dan bertahan dalam pencobaan mereka.

Kedua, kita melihat bahwa Firman Tuhan memberikan 5 kondisi bahwa 'yang murtad ini' dianggap di luar jangkauan pertobatan. Jika seseorang meninggalkan Kristus tanpa 5 poin di bawah ini, maka mereka harus berdoa untuk bertobat & kembali. 5 poin yang membawa mereka di luar batas adalah:

1. "orang-orang yang pernah diterangi hatinya" - mereka yang telah diterangi hatinya atau menyesali dosa-dosa dan kebutuhan mereka akan keselamatan di dalam Yesus.
2. "dan telah mengecap karunia sorgawi" - mereka telah lahir baru dan menerima Yesus, karunia surgawi.
3. "dan telah mendapat bagian dalam Roh Kudus" - mereka yang telah dibaptis dengan Roh Kudus.
4. "dan telah mengecap firman yang baik dari Allah" - mereka memiliki pemahaman yang matang tentang firman Allah dan tahu kebaikannya.
5. "dan karunia-karunia dunia yang akan datang" - mereka memiliki satu atau lebih dari 9 karunia Roh Kudus dalam karya yang terus-menerus dalam hidup mereka.

Jadi kita bisa menyimpulkan bahwa mereka harulah orang percaya yang dewasa berjalan dalam karunia – dewasa yang murtad. Dan murtad bukan hanya jatuh ke dalam dosa, tetapi jatuh meninggalkan Kristus, di mana dosa telah mengakar dan mengambil alih, dan orang tersebut telah menolak keyakinan menuju ke penolakan Kristus.

Sebuah Penglihatan

Tuhan muncul kepada nabi bertahun-tahun yang lalu untuk menunjukkan kepadanya tentang hal ini. Tuhan menunjukkan sebuah penglihatan kepada pendeta dan istrinya yang merupakan pemimpin ibadah gereja. Istrinya adalah orang percaya yang dewasa dengan karunia-karunia Roh yang berkarya dalam hidupnya. Suatu hari iblis datang ke perempuan ini dan menggodanya dengan keangkuhan hidup, sehingga dia bisa menjadi jauh lebih terkenal lagi, dicintai dan kaya. Pada awalnya ia menolak dan menegur setan dan setan itu pergi. Tapi seiring waktu setan itu kembali dan segera ia mulai terhibur dengan pikiran seperti itu. Pada titik ini, sang nabi melihat setan masuk ke dalam pikiran wanita dan muncul di sana seperti sebuah titik hitam. Dia gagal untuk menawan pikiran-pikirannya dan menjadi terobsesi dengan ide/suatu gagasan. Seiring waktu, ia berhenti pelayanan dan pergi untuk mengejar karir musik sekuler. Segera, ia juga meninggalkan pernikahannya dan berzinah.

Selama kemunduran ini Tuhan terus mengingatkan dirinya akan dosa dan memanggilnya untuk bertobat dan kembali, mengatakan bahwa IA akan membawanya kembali jika dia bertobat, tanpa memperhitungkan dari gravitasi tarikan dosa dan jumlah dosanya. Peringatan tersebut sangat tidak nyaman dan sulit untuk bertahan, hampir dapat membuat seseorang menjadi gila. Namun seiring berjalannya waktu dia menolak peringatan itu dengan mengatakan dalam hatinya “aku tidak ingin engaku Tuhan, aku ingin cara saya sendiri”. Pada titik ini Roh Kudus meninggalkan dia, dan roh jahat itu pindah dari pikirannya ke hatinya. Karena ia memenushi syarat kondisi Ibr 6:4-6, ia kini melewati batas, di mana tidak mungkin untuk memperbaharui dirinya menuju ke dalam pertobatan. Tuhan bahkan mengatakan kepada nabi agar tidak berdoa bagiya, menurut 1 Yohanes 5:16 "Ada dosa yang mendatangkan maut: tentang itu tidak kukatakan, bahwa ia harus berdoa. " Tapi berdoa bagi sang Pendeta, sang mantan suaminya yang membutuhkan bantuan.

Akhir dari penglihatan, nabi melihat wanita itu meninggal dan dibawa ke neraka dan ditunjukkan bahwa ia dibakar di Lautan Api, di mana dia akan berada untuk selamanya. Ini adalah apa yang kita lihat dalam ayat berikutnya dalam Ibrani 6:7-8 "Sebab tanah yang menghisap air hujan yang sering turun ke atasnya, dan yang menghasilkan tumbuh-tumbuhan yang berguna bagi mereka yang mengerjakannya, menerima berkat dari Allah; tetapi jikalau tanah itu menghasilkan semak duri dan rumput duri, tidaklah ia berguna dan sudah dekat pada kutuk, yang berakhir dengan pembakaran."

Sedangkan upah dosa adalah maut, dan tidak ada dosa yang harus dilanjutkan terus sampai menuju ke neraka (seperti yang diperingatkan dalam Gal 5:19-21, Wahyu 21:8, Ef 5:3-7 bahwa mereka yang terus dosa-dosa tersebut tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah), sebagian dosa dapat diampuni melalui pertobatan dan dibersihkan melalui darah Yesus dengan mengakuinya dan meninggalkan dosa. Dan ada kasih karunia dan kuasa Roh Kudus untuk mengatasi dosa, daging, dunia dan iblis, dan hidup kudus. Tapi kita lihat di atas, titik di mana ada saat di luar batas pertobatan - Ibr 6:4-6. Saya bisa menambahkan ada dosa lain yang taidak dapat diampuni - menghujat Roh Kudus, dan mengambil tanda binatang 666 selama masa Kesengsaraan Besar, dan kasus bunuh diri karena dengan begitu seseorang menyerah dan melewatkan kesempatan untuk bertobat, mati dalam dosa-dosa mereka sendiri karena membunuh diri sendiri dan ketidaksetiaan (tidak ada seorang pembunuh yang tetap memiliki hidup yang kekal – 1 Yohanes 3:15).

Pada akhirnya, firman Allah menasihati orang-orang Ibrani yang percaya dalam ayat-ayat berikutnya dengan kata-kata dorongan: Ibr 6:9-12 "Tetapi, hai saudara-saudaraku yang kekasih, sekalipun kami berkata demikian tentang kamu, kami yakin, bahwa kamu memiliki sesuatu yang lebih baik, yang mengandung keselamatan. Sebab Allah bukan tidak adil, sehingga Ia lupa akan pekerjaanmu dan kasihmu yang kamu tunjukkan terhadap nama-Nya oleh pelayanan kamu kepada orang-orang kudus, yang masih kamu lakukan sampai sekarang. Tetapi kami ingin, supaya kamu masing-masing menunjukkan kesungguhan yang sama untuk menjadikan pengharapanmu suatu milik yang pasti, sampai pada akhirnya, agar kamu jangan menjadi lamban, tetapi menjadi penurut-penurut mereka yang oleh iman dan kesabaran mendapat bagian dalam apa yang dijanjikan Allah." Kemuliaan bagi Tuhan!


Tuhan Yesus memberkati,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar