Laman

Minggu, 22 Maret 2020

HEIDI BAKER : MUJIZAT TUHAN DI ERA MODERN


HEIDI BAKER : MUJIZAT TUHAN DI ERA MODERN

Sumber : https://www.beritamujizat.com/heidi-baker-mujizat-di-era-modern/


BeritaMujizat.com – Sosok – Sejak pindah ke Mozambik pada tahun 1995, dan memberikan segala sesuatu yang mereka punya, Heidi Baker dan Rolland Baker telah belajar untuk bergantung penuh pada Tuhan. Hidup didaerah miskin yang sulit makanan dan berada diantara orang-orang miskin, nyatanya tak membuat Heidi merasa kecewa atas hidupnya. Dia percaya benar bahwa dia memang dipanggil Tuhan untuk mengerjakan pelayanan ini.

Karena kerelaannya untuk diutus ini pula lah yang membuat Heidi dipakai Tuhan sebagai sarana mujizat. Jika kamu tidak percaya bahwa mujizat yang pernah Tuhan Yesus buat itu bisa terjadi diera modern, percayalah, Heidi telah menjadi saksi hidup bagaimana Tuhan mampu berperkara melampaui dimensi pikiran manusia.

Heidi Baker adalah seorang wanita kelahiran California, 29 Agustus, 1959. Dia adalah seorang missionaris Kristen dan CEO dari Iris Global, sebuah organisasi yang didedikasikan untuk layanan amal dan penginjilan, terutama di negara-negara berkembang (Organisasi ini dia dirikan bersama suaminya Rolland Baker).

Panggilan awal Heidi Baker
Heidi dipanggil ke ladang misi ketika dia berusia 16 tahun. Saat itu dia tinggal di sebuah Reservasi India sebagai mahasiswa Lapangan Amerika. Disitu dia mendapat pesan langsung dari Tuhan setelah mendengar kotbah dari seorang hamba Tuhan bernama Navajo.

Beberapa bulan kemudian dia dibawa dalam visi Tuhan selama beberapa jam. Saat itu dia mendengar Tuhan mengatakan padanya untuk menjadi seorang menteri dan misionaris ke Afrika, Asia dan Inggris.

Heidi bertemu suaminya Rolland di sebuah gereja karismatik kecil di Southern California dan menikah enam bulan kemudian. Mereka kemudian berangkat ke ladang misi dua minggu setelah mereka menikah. Tindakan ini mereka lakukan dengan instruksi sederhana dari Tuhan. Saat itu mereka hanya berbekal tiket satu arah dan tiga puluh dolar di saku mereka. Mereka menghabiskan 12 tahun di Asia dan melihat ribuan orang datang kepada Yesus.

Setelah bertemu Jackie Pullinger, untuk bekerja dengan pelayanannya dalam menangani para pecandu narkoba di Hong Kong, hati mereka semakin rusak bagi orang-orang miskin. Pada tahun 1992 mereka meninggalkan sementara pelayanan mereka untuk meraih gelar PhD mereka di Kings ‘College, University of London.

Setelah membaca di koran tentang kebrutalan Perang Saudara di Mozambik , dimana bahkan truk Palang Merah diledakkan dalam pertempuran tersebut, Heidi dan Rolland Baker memutuskan untuk pindah ke Mozambik pada tahun 1995.

Setahun kemudian, Heidi menderita sakit tuberkulosis dan pneumonia. Dalam kondisi sakit itu, dia mengesampingkan saran dokter yang menanganinya dan dia pergi ke sebuah acara Healing Meeting di Toronto, Kanada.

Di acara tersebut, Heidi mengklaim menerima visi dari Tuhan. Dia melihat Yesus menunjukkan ribuan anak-anak untuk diberi makan, dan saat ia berseru bahwa tidak mungkin untuk membantu mereka semua, tapi kemudian Yesus menjawab “Akan selalu kecukupan disitu, karena Aku telah mati.”

Mujizat Terjadi di Era Modern : Buta Melihat

Sumber : holyspiritactivism.com
Dalam pelayanannya selama di Mozambik, Heidi Baker sering melihat Tuhan berperkara melalui dirinya. Mujizat yang selama ini hanya bisa disaksikan dalam Al-kitab, benar-benar terjadi di era modern ini.

Saat itu Heidi Baker menerima kata-kata nubuat dari seorang pria bernama Randy Clark. Dia diberitahu, “Buta akan melihat, yang lumpuh akan berjalan, orang mati akan dibangkitkan dari antara orang mati dan orang miskin akan mendengar kabar baik dari Yesus Kristus.”

Setelah Heidi kembali ke Mozambik untuk melanjutkan perjalanan misinya, dia mulai berdoa untuk orang buta, tapi saat itu belum terjadi apa-apa. Sampai akhirnya, sekitar satu tahun kemudian, ada seorang pengemis wanita buta  yang datang ke gereja. Heidi sangat senang untuk berdoa baginya karena dia tidak akan menyerah pada kata yang ia terima dari Tuhan. Saat ia berdoa untuk wanita itu, matanya mulai berubah dari putih ke abu-abu dan kemudian menjadi coklat.

Hari berikutnya Heidi berdoa untuk wanita lain yang buta sejak usia delapan tahun. Wanita ini akhirnya bisa mendapatkan kembali pengelihatannya. Pada hari ketiga, Heidi berdoa untuk wanita lain yang buta sejak lahir dan dia akhirnya juga bisa melihat. Setelah kejadian ini, ketiga perempuan ini kemudian diberi nama Mama Aida. Nama Mama Aida ini juga menjadi nama Heidi di Mozambik.

Melalui mujizat kesembuhan ini, Tuhan membuka mata Heidi untuk melihat bagaimana orang-orang di dunia barat itu buta, miskin, dan haus akan Firman Tuhan.

Meskipun Heidi telah bekerja untuk orang-orang termiskin di Mozambik, dia berkata, “Saya tidak bisa mengerti dan aku tidak bisa melihat bahwa orang-orang di dunia barat itu juga miskin dan kelaparan juga, mereka begitu lapar akan Tuhan. Dan kemudian Tuhan membuka mata saya.”

Tak hanya mujizat menyembuhkan 3 orang buta dalam 3 hari berturut-turut, Heidi juga mendapati berbagai mujizat lain.

Mujizat Terjadi di Era Modern : Pelipatgandaan Makanan
Heidi Baker
Sumber : www.irisglobal.org
Di Mozambik, karena perang saudara yang begitu brutal, ribuan anak-anak telah ditinggalkan sebagai anak yatim piatu, terlantar dan ditinggalkan. Ada kurang lebih 80 anak yang Heidi urus dan memberi mereka makan tiap hari. Tapi kala itu Heidi diusir dari tempatnya mengurus anak-anak itu. Suplay makanan dan pakaian yang selama ini Heidi terima juga di stop.

Mereka telah kehilangan segalanya dan tidak ada tempat bagi mereka untuk pergi dan tidak ada makanan untuk dimakan. Seorang teman dari Kedutaan Besar Amerika datang membawa beras dan makanan untuk keluarga Bakers (Heidi dan Rolland) dan 2 anak-anak mereka.

Menerima bantuan dari temannya ini, Heidi kemudian mulai berdoa atas makanan yang dia miliki dan mengatakan kepada 80 lebih anak-anak untuk duduk. Sampai akhirnya mujizat kembali terjadi, semua orang makan.

Sampai saat ini Heidi masih melayani di Mozambik. Heidi Baker yang dikenal diseluruh dunia untuk mujizat penyembuhan nya, menghabiskan sepertiga dari setiap tahunnya berbicara secara karismatik, di mana orang-orang secara rutin rebah di lantai dalam kebahagiaan dan tertawa tak terkendali. Mereka datang, terpesona, mendengar mujizat Tuhan yang dinyatakan melalui pribadi Heidi di tempat-tempat seperti Chiure.

Dalam beberapa tahun terakhir, katanya, 100 persen orang tuli di daerah Chiure telah disembuhkan melalui doa. Tidak hanya itu, dia mengklaim telah melihat orang-orang bangkit dari kematian, makanan telah dilipatgandakan, yang lumpuh dan buta telah dipulihkan, dan Injil telah menyebar seperti api. END.

Sumber Thumnail : alchetron.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar