Sabtu, 03 November 2012

Ev. Drg. Yusak Tjipto Purnomo "dibawa kesurga"


Ev. Drg. Yusak Tjipto Purnomo
Adalah seorang penginjil yang memiliki hubungan karib dengan Tuhan Yesus. Dipakai Tuhan untuk menjadi saluran berkat bagi umat-Nya
Suatu saat saya ikut dalam satu kebaktian di Gereja Isa Almasih jemaat Pringgading Semarang, ketika itu Pdt. Tan Hok Tjoan mengatakan, "Jika saudara percaya kepada Yesus Kristus, maka Yesus menyediakan tempat di sorga bagi kita. Saudara dan saya akan masuk sorga." Mendengar kalimat itu saya tidak langsung mengaminkan: justru saya mempunyai rencana akan menanyai pendeta itu setelah khotbah, apakah dia pernah melihat sorga. Ini adalah sifat pemberontak saya waktu masih muda. Saya memang tidak mudah menerima isi khotbah. Tetapi Tuhan segera mengingatkan saya dengan mengatakan, "Anak nakal!”
Tuhan membela pendeta itu karena ia hanya memberitakan isi Alkitab, jadi tidak melakukan kesalahan. Tetapi Tuhan segera memerintahkan saya, "Ikut Aku, sekarang juga."
Saya bertanya, "Ikut ke mana?"
"Katanya kamu mau melihat sorga?" tanya Tuhan.
"Saya hanya bertanya apakah pendeta itu sudah melihat sorga. Bukan saya yang ingin melihat." Tuhan tidak menjawab lagi tetapi langsung membawa saya. Saya tahu betul tubuh saya tertinggal di kursi gereja itu dan hanya roh serta jiwa (pikiran) saya yang dibawa. Dalam waktu singkat saya dibawa ke Firdaus. Luar biasa, terangnya jauh lebih terang dibandingkan matahari, beberapa ratus kali tetapi tidak silau dan tidak panas, bahkan terasa sejuk melebihi sejuknya mesin pendingin. Menurut Tuhan, itu adalah terang dari diri-Nya sendiri, karena damai sejahtera yang Tuhan berikan tidak seperti damai sejahtera yang bisa diberikan orang lain (di dunia).


Rumput di Taman Firdaus itu pun sangat mengagumkan, seperti karpet tebal. Bila diinjak ambles namun setelah itu pulih kembali dan mereka pun kemudian bersorak "haleluya." Jadi dimana-mana semua memuji Tuhan. Tidaklah heran jika Tuhan mengatakan, "Mengucaplah syukur dalam segala perkara." Sebab jika Anda sedang diinjak, itu menunjukkan Anda sedang diproses.
Nah, bagaimana sampai saya mengetahui bahwa jiwa saya ikut Tuhan diajak jalan-jalan melihat sorga? Karena Alkitab berkata, "Apa yang kamu ikat di bumi akan terikat di sorga." Sedangkan saya tidak mempertahankan apa pun.
Anehnya ketika di sorga pun sifat mata keranjang saya tetap masih muncul. Ketika berjalan-jalan dengan Yesus di taman itu, Tuhan pun mengetahui jika saya ingin tahu seberapa cantikkah wajah malaikat di sorga karena kabarnya malaikat itu cantik-cantik.
Tuhan pun segera mengetahui hal itu dan hanya mengatakan, "Di sini tidak ada dosa."
Saya pun masih bertanya lagi kepada Tuhan, "Saya berdosa apa Tuhan?"
Tuhan menjawab, "Apa yang kamu cari-cari tadi?"
Anda tahu bahwa baru memikirkan hal semacam itu saja sudah merupakan dosa. Anda yang masih mudamuda, sadarilah bahwa Anda memiliki banyak pikiran dan banyak ikatan.
Setelah itu Tuhan menanyakan, "Kamu lihat, apakah semua yang tertulis di dalam Alkitab sama dengan kenyataan di sini? Sekarang kembalilah ke dunia dan saksikan apa yang telah kamu lihat. Jika mereka yang masih di bumi tidak percaya, merekalah yang akan rugi sendiri, namun Aku tidak akan menuntut kamu. Karena kamu sudah lihat sendiri dengan pikiran, jiwa dan rohmu."
Lalu saya disuruh pulang kembali ke dunia, saya tidak mau. Saya sudah merasakan enaknya di sorga, jadi saya segan pulang kembali.
Tuhan mengingatkan, "Tubuhmu masih di gereja. "
"Biar," jawab saya. Tetapi Tuhan tetap meminta saya untuk kembali lagi ke dunia. Setengah jam saya diajak Tuhan berjalan-jalan di sorga. Tuhan meminta saya untuk menyaksikannya kepada orang-orang. Jika Tuhan memilih hamba-hamba-Nya, biarpun saya dikandung oleh ibu saya yang belum Kristen; biarpun saya waktu itu dibuang; biarpun saya cacat; tetapi bila Tuhan mau maka la memilih sejak permulaan dan saya disuruh mengalami segala perkara. Makanya Anda tidak perlu melihat keadaanmu sekarang, Anda tidak perlu pusing. itu jangan dijadikan masalah karena Allah sanggup mengubah kutuk menjadi berkat.
Saya pernah ditunjukkan oleh Tuhan seorang konglomerat yang baru bertobat, waktu itu ada sebuah kelas dan saya disuruh mengajar. Saya kaget dan bertanya kepada Tuhan, mengapa konglomerat itu menjadi anak kecil di sorga? Tuhan menjawab, karena ia baru saja bertobat, sekalipun usianya sudah 60 tahun lebih. Jadi sekalipun Anda sudah opa dan oma tetapi jika tidak dewasa rohani maka nanti di sorga Anda akan menjadi anak kecil. Sebaliknya cucu Anda bila di dunia tingkat rohaninya lebih dewasa maka nanti di sorga ia akan menjadi lebih besar. Yang diukur Tuhan bukan usia Anda, tetapi tingkat kerohanian Anda. Yang diukur Tuhan bukanlah berapa tahun Anda menjadi orang Kristen, tetapi Anda berbuah atau tidak. Yang dituntut oleh Tuhan adalah buah-buah roh.
Tuhan tidak akan menanyakan kepada Anda, sudah memenangkan berapa jiwa. Tetapi Anda sudah berbuah atau tidak. Anda tahu bahwa mendapatkan jiwa yang mau bertobat adalah anugerah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar