Laman

Minggu, 14 Agustus 2011


SAYA BERJALAN DI NERAKA

KECELAKAAN

Saya menerima Tuhan dalam hidup saya ketika saya berumur sebelas tahun. Saya menikah pada usia
tujuh belas tahun, meninggalkan gereja, dan menuju ke dunia dosa.
Satu-satunya NERAKA yang saya takuti adalah terpisah dari ALLAH.
Pada usia empat puluh saya berada dalam pernikahan kedua saya, pecandu alkohol, ketagihan
obat-obatan, alkohol dan rokok, saya lari dari panggilan Tuhan atas hidup saya.
Satu minggu sebelum kecelakaan, saya melewati rumah ibu saya dalam perjalanan ke tempat kerja. 
Ketika saya masuk pintu, Mama mulai menangis. Dia berkata, "Aline, kapan kamu
akan memberikan hidupmu kembali kepada Allah? Kamu mencari begitu lama "Mama tahu saya
tidak peduli apakah saya hidup atau mati. Saya telah melakukan beberapa upaya untuk mengakhiri hidup saya. Saya sangat terikat oleh alkohol dan obat-obatan sehingga saya tidak dapat percaya Tuhan bisa atau akan melepaskan saya lagi. Saya telah berbalik dari Tuhan begitu banyak kali sehingga saya bahkan tidak berhak untuk meminta Dia mengampuni saya lagi. Saya berkata, "Mama, saya tidak keberatan dengan neraka.
Katakan satu hal yang iblis bisa lakukan kepada saya yang belum dilakukannya dalam hidup saya di dunia ini.
Saya telah mengalami sakit hati, kesengsaraan, dan neraka selama hidup saya. Nyala api dan
iblis tidak bisa menyentuh saya. "Saya menatap Mama, saya berkata," Mama, jika ada
Surga dan jika ada Neraka, Neraka saya adalah dipisahkan dari Allah yang sangat saya
kasihi sepanjang hidup saya. "saya berlari keluar pintu, menangis, dan Mama  berlutut seperti yang biasa ia lakukan. Dia berdoa, "Tuhan, Engkau mendengar kata-katanya. Dia tidak
takut mati atau Neraka. Entah bagaimana, tunjukkan padanya sebagian dari nerakanya dan 
ubahlah dia dan kembalikan rasa takut akan Engkau ke dalam hatinya. "

KECELAKAAN YANG MENGIRIM SAYA KE NERAKA

Satu minggu kemudian saya tertidur di atas setir saya. Saya melewati tanggul
dan terlempar keluar. Leher saya patah, patah di empat tempat utama pada tulang belakang saya, Sembilan tulang rusuk patah, paru-paru kiri hancur dan ginjal hancur. Ibu saya dipanggil ke
rumah sakit, dan dua dokter bertemu dengannya di pintu dan mengatakan satu-satunya harapan saya adalah TUHAN. Saya harus mendapatkan mukjizat dari TUHAN. Sementara itu saya
mendapatkan diri saya sedang berjalan di Lembah Bayangan Kematian. Lembah itu begitu
dalam, gelap dan luas, saya begitu takut bahkan untuk bergerak satu inci. Saya mulai menangis
kepada TUHAN supaya meneguhkan kaki saya dan tidak membiarkan saya bergerak. Saya berada di tempat yang gelap pekat dan menjijikan. Saya tidak bisa melihat tangan saya di depan saya. Saya selalu menyukai Mazmur 23. Saya  mulai mengutipnya: "Ya, meskipun aku berjalan melalui Lembah kekelaman ... "tapi saya tidak dapat melanjutkan. Saya tidak bisa mengatakan gadaMu dan tongkat-MU, itulah yang menghibur aku.
Saya berdiri di sana dengan dosa dalam hidup saya - dibatalkan, untuk menjumpai TUHAN yang Maha Kuasa di atas sana. Satu-satunya yang masih hidup dalam diri saya adalah Firman, dan Firman itu berubah menjadi Yesus Kristus. DIA mulai bersyafaat atas nama saya sebagai imam Agung saya kepada Allah BAPA, untuk membiarkan jiwa saya dalam Lembah Kematian itu. di 
sudut sebelah kanan muncul Malaikat Maut yang perkasa. Saya mulai menangis "Untuk apa Malaikat Kematian berada di sini?"Dia datang supaya, atas perintah BAPA, ia akan memisahkan saya dari TUHAN saya. Malaikat Kematian membawa saya ke luar ke kegelapan sebelah luar. Saya menemukan diri saya di neraka, menjerit, meraung, menggertakkan gigi saya,
memohon Malaikat Kematian supaya tidak meninggalkan saya di neraka. Ada ratusan dan ribuan jiwa-jiwa di sekitar saya, menjerit dan menggertakkan gigi mereka, hanya mencoba untuk dapat mati.

ADA DUA KEMATIAN

Kita  berpikir bahwa semuanya berakhir ketika kita mati, tapi itu hanyalah kematian tubuh. Setelah itu ada kematian kedua ketika penghakiman Allah dinyatakan atas jiwa. Kita akan menerima hidup yang diberikan kepada kita dalam TUHAN, atau kita menerima hukuman kematian - tetapi kita tidak "mati". Keberadaan kita tidak berakhir. Kita bahkan lebih
sadar setelah kematian pertama. Jiwa hidup selamanya dan selamanya. Jiwa orang kaya itu
(Lukas 16:19-31) masih di luar sana menjerit dan meraung dan mengkertakan giginya,
 menunggu Hari Penghakiman, untuk dilemparkan ke dalam Lautan Api. Di sini saya melihat
jurang besar, dan semua jiwa-jiwa tersebut mencoba untuk naik ke atas kepada Allah Bapa,
tetapi satu-satunya jalan melewati jurang pemisah yang dalam adalah melalui Darah Yesus Kristus yang berharga, Darah telah saya sia-siakan. Kemudian TUHAN menunjukkan kepadaku Lautan Api dimana sepertiga dari malaikat dirantai kegelapan. Ada nyala api merah-panas
menembus melalui seluruh Surga dan bumi. Namun mereka tidak mengeluarkan cahaya.
Danau Api dalam kegelapan total. Neraka  membesar dengan dendirinya dan di sini mulai terdengar suara Tuhan yang perkasa yang menggeterkan bumi. SuaraNYA  mulai menembus atmosfer selagi DIA berbicara kepada saya. Dia berkata, "Kau benar untuk tidak takut setan, meskipun aku membiarkannya membunuhmu dengan kematian pertama. Engkau takut akan AKU. AKUlah yang dapat menghancurkan baik tubuhmu maupun jiwamu. AKU menang atas neraka. Aku harus melemparkan jiwa-jiwa tersebut di luar sini " Tuhan mengatakan bahwa Dia tidak menciptakan neraka bagi jiwa manusia, tetapi neraka membesar karena "... Luaslah jalan   yang menuju kepada kebinasaan ... karena sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya "(Matius 7:13-14). Banyak yang berada di jalan menuju kehancuran namun menolak untuk kembali.

ALLAH BERBICARA KEPADA SAYA  DI NERAKA

Selama hari-hari saya berbaring dalam keadaan koma, saya menunggu di lembah yang gelap. Rasanya seperti sebuah keabadian, tapi itu hanya beberapa hari di waktu-bumi. Selama waktu ini adik saya sedang berjuang dalam syafaat bagi hidup saya. Akhirnya, setelah apa yang tampaknya lama sekali, cahaya terang mulai bersinar. Itu begitu suci, begitu benar, saya tidak layak bahkan untuk memandang cahaya kemulian ini. Saya menutup mata dan jatuh tertelungkup di dalam lembah gelap yang dalam itu. Di sini, untuk kedua kalinya suara TUHAN yang Maha Kuasa
mulai berbicara lagi kepada saya. Semua yang TUHAN katakan kepada saya adalah Roma 11:29, "Sebab Allah tidak menyesali kasih karunia dan panggilannya." Saya berteriak," TUHAN ampuni saya!" Saya piker saya sedang sekarat pada saat ini, sebagaimana paru-paru saya yang hancur mulai bengkak dan paru-paru kanan saya kempes, dan selama empat menit saya tidak bernapas. Mereka berusaha untuk memaksakan volume oksigen yang berlebihan ke dalam paru-paru saya, tapi tidak ada perbaikan. Mereka menmeriksa saya setelah empat menit. Tidak ada kehidupan sama sekali - satu menit lagi dan mereka akan mengumumkan saya mati dan akan melepaskan saya dari semua mesin penunjang hidup.

DOSA SAYA

Saya tidak tahu semua apa yang mereka coba lakukan untuk menyelamatkan hidupku, tapi aku tahu aku sekarat. Ada sebuah gulungan yang indah muncul di langit. Sebuah tangan muncul dan
mulai membukanya. Di sana, dalam hitungan detik, saya melihat seluruh hidup saya di depan mata saya - Segala sesuatu yang pernah kulakukan. Dan YESUS yang sama yang begitu mencintai saya dan tidak meninggalkan saya di dalam lembah harus mengambil jari-Nya dan menulis penghakiman atas seluruh hidup saya. Saya melihat Dia menulis nama dosa saya yang akan memisahkan saya dan Tuhan selamanya. Saya tidak dapat mempercayai perkataan bahwa tangan Tuhan yang kuat mulai menulis sepanjang hidup saya. Jari yang besar itu mulai menulis kata "Nafsu" di hidup saya! Hal yang bagi saya merupakan cinta untuk suami saya, Tuhan katakan Nafsu! Sayamulai berteriak, "Tidak Tuhan, Tidak Tuhan, itu bukan saya, itu bukan saya!" Saya tidak pernah menganggap diri saya seorang wanita penuh nafsu. Saya tahu saya sedang sekarat ketika saya melihat penghakiman saya. Sementara saya sedang mati, saya menjerit, "Tuhan, ampuni saya, ampuni saya! Kasihanilah saya!"

TERPANGGIL SEJAK  KANDUNGAN IBUKU

Saya menemukan diri saya kembali di dalam rahim spiritual ibuku. Tuhan membiarkan saya menyaksikan betapa sulitnya ibu dan adik saya bekerja keras dalam doa untuk melahirkan saya kembali ke dalam Kerajaan Allah. Dalam pengkihatan yang Tuhan berikan pada saya setelahnya, saya melihat bagaimana adik saya mulai berdoa begitu keras bagi kelahiran saya kembali, dia berubah menjadi tengkorak, semua dagingnya habis. Seorang dokter akan memberitahu Anda, bahwa hanya ada setipis rambut antara hidup dan mati ketika seorang ibu melahirkan anaknya. Saya melihat diri saya ketika masih berupa "suatu zat" di dalam rahim ibu saya. Di sini,
untuk ketiga kalinya, suara Allah Yang Mahakuasa berbicara lagi. Dia berkata, "Sebelum kamu
berada di dalam perut ini, AKU sudah terlebih dahulu mengenalmu, AKU memanggilmu dan mentakdirkan kamu sejak dari dasar dunia. Seperti halnya AKU tidak bisa menyesali panggilan
atas hidup Putra Tunggal-Ku, AKUpun tidak akan menyesali panggilanKu yang telah ditentukan atas hidup manusia." Dan sekali lagi Allah mengulangi, “AKU tidak akan menyesali." Ibu saya mulai mengalami nyeri persalinan. Setiap rasa nyeri mulai membawa kehidupan kembali kepada "zat" yang tidak berbentuk tersebut yang adalah saya, sampai kehidupan dikembalikan pada saya. Sekali lagi, saya bisa merasakan kehadiran YESUS dan ROH KUDUS atas hidup saya seperti saat ketika saya masih belum dilahirkan. Aku sedang dibentuk kembali oleh setiap rasa nyeri persalinan. (Ketika kita lahir baru di dalam 

Halaman 7


Roh, kita mengalami banyak rasa sakit ketika bertumbuh.) Sementara ibu saya mulai menanggung rasa sakit terakhir, hal itu menggerakkan saya di dalam rahim ibu saya dan memposisikan kepala saya pada bukaan saluran kelahiran ibu saya. Saat saya keluar melalui dirinya , Tuhan berkata kepada saya, "Beritakanlah firman-Ku, Firman-Ku, FirmanKu,
setiap kata akan dipertanggung jawabkan pada Hari Penghakiman."

ADA SURGA DAN ADA NERAKA!

Saudara, saya benar-benar menjadi tahu bahwa ada Surga, saya melihat lampu-lampu surga. Tapi
ada juga Neraka. Saya sudah berjalan di neraka. Tuhan menjawab doa ibu saya bahwa
Dia akan membiarkan saya mengalami neraka seperti yang saya ucapkan. Neraka saya akan berupa keterpisahan dari Tuhan yang begitu saya cintai dan yang telah saya terima sebagai  Juruselamat saya pada usia sebelas tahun. Ketika jiwa melihat dirinya akan dipisahkan
dari Allah untuk selamanya, dia terjun ke dalam api yang mengerikan, yang tidak pernah dapat
dinyalakan di bumi. Ini adalah siksaan rohani bagi jiwa yang pernah mengenal Tuhan dan sekarang dilemparkan ke dalam kegelapan bagian luar, terpisah dari Allah, Penciptanya, selama-lamanya. Sahabat, saya benar-benar tahu ada Neraka. Saya berjalan dalam lubang neraka. Saudara harus memilih selagi saudara berada dalam kehidupan ini di mana saudara
akan menghabiskan kekekalan, di Surga atau Neraka. Kita baru memulai hidup kita ketika kita mati pada kematian pertama. "Ditetapkan kepada manusia sekali untuk mati, tapi setelah ini penghakiman." (Ibrani 9:27). Saudara memiliki janji dengan Allah dan Anda akan memegang
janji itu. Alkitab menggambarkan neraka (dan saya menemukan ini kenyataan) sebagai
tempat hukuman masa depan bagi orang-orang berdosa dan yang tidak percaya. Neraka adalah Danau Api, tempat siksaan, tempat di mana jiwa-jiwa yang terhilang tidak pernah mati dan apinya tidak terpadamkan, tempat tangisan, ratapan dan kertak gigi, tempat dimana orang-orang berdosa minum anggur murka Allah, tempat dimana asap siksaan mereka naik sampai
selama-lamanya. Jiwa orang kaya itu masih menjerit dan menangis, hanya mencoba untuk mati, tetapi tidak ada kematian jiwa. Ia hidup selamanya. Api Neraka membakar daging, tetapi tidak dapat menghabisi jiwa. Saya saksi hidup bahwa neraka itu nyata. Neraka membesar karena orang menolak untuk percaya. Saudara harus membuat keputusan terbesar yang akan pernah saudara buat. Dimana saudara akan menghabiskan kekekalan, di Surga atau Neraka? Saudara mungkin berkata, "Saya tidak percaya Neraka!" Tapi teman, dua menit di neraka di tengah tangisan, ratapan dan kertakan gigi akan mengubah pikiran saudara, ketika Anda menyadarinya, seperti

Halaman 8
8
semua orang di Neraka menyadari hari ini, bahwa Alkitab adalah Firman Allah, bahwa saudara adalah orang berdosa, bahwa Kristus telah mati untuk saudara dan bahwa saudara bisa diselamatkan jika saudara percaya dan menerima Dia sebagai Juruselamat pribadi saudara. Saat saudara menangis, meratap, dan menggertakkan gigi saudara, saudara akan menangis keras dalam penderitaan, "Betapa bodohnya saya! Terlambat! Terlambat!! Amat terlambat!!!
Tidak ada orang tidak percaya di neraka, tetapi mereka semua percaya TERLAMBAT! Setiap jiwa di Neraka akan memberikan apa pun di dunia ini untuk menjadi saya atau Anda, kembali dalam kehidupan ini, dengan satu kesempatan lagi untuk berseru, "Tuhan ampunilah saya!" Jika kita datang ke Lembah Kematian yang gelap itu dengan dosa yang belum dipertobatan dalam hidup kita, maka akan terlambat. Saudara  mungkin tidak memiliki ibu dan adik yang akan berdoa bagi jiwa saudara sampai mereka mati.

"AKU TELAH MEMANGGIL TAPI KAMU MENOLAK"

Begitu banyak kali sementara saya duduk di kursi bar, Allah menyatakan Amsal 1:24 dalam
hati saya, "Aku telah memanggil tetapi kamu menolak. Saya telah memanggil tetapi kamu menolak. Saya telah memanggil tetapi kamu menolak." Menyedihkan bahwa pada usia empat puluh tahun saya masih lari dari Allah, terikat oleh narkoba dan alkohol. Tuhan membiarkan saya mematahkan leher saya dan mati selama empat menit, membawa saya ke neraka dan kembali sebelum saya benar-benar menyerah hidup saya kepadaNya.

BERHENTI LARI DARI ALLAH

Jangan terus berlari dari Allah. Seperti saya saudara mungkin berpikir saudara mengenal-Nya sebagai Tuhan dan Juruselamat saudara. Tapi jika saudara terus menghindar melakukan kehendak-Nya, saudara akan lari tepat menuju Murka Allah dalam Lembah Kematian yang gelap, dan Dia akan menjadi Hakim saudara. Ada sisi Allah yang merupakan satu murka besar, dan begitulah saudara akan bertemu denganNya pada Hari Penghakiman. Saudara akan menghadapi kebenaran yang saudara takuti dan akan tahu bahwa neraka itu ada, dengan Danau Api dan Belerang. Tapi Anda tidak perlu mengambil resiko untuk pergi ke Neraka. Dia tidak menciptakan jiwamu untuk Neraka. Dia menciptakan Surga bagi saudara dan neraka untuk iblis dan malaikatnya. Saudara dapat mengatakan, "urusan 'Neraka' adalah masa lampau – orang pintar tidak percaya omong kosong itu lagi. "Tapi, teman, saudara tidak bisa menghindari kematian! Kematian akan mengklaim saudara dan saudara tidak bisa menghindar pergi ke sana. Tapi kemudian hal itu akan terlambat. Celakalah, celakalah, celakalah saudara jika saudara

Page 9


menghindari rencana Allah atas keselamatan! Allah adalah Allah penuh murka juga Allah
kasih, dan celakalah orang yang ke atasnya murka-Nya jatuh.

DIMANA SAUDARA AKAN MENGHABISKAN KEKEKALAN ?

Di mana saudara akan menghabiskan kekekalan? Akan ada salah satu dari dua tempat, Surga, atau Neraka dengan Danau yang Api dan belerang. Kecuali saudara bertobat dari dosa-dosa saudara dan percaya kepada Tuhan Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat saudara, akan ada Neraka. Tuhan tidak menciptakan neraka bagi saudara, saudara kekasih, Dia menciptakan Surga untuk jiwa manusia, dan Dia menciptakan Neraka untuk iblis dan malaikatnya. Dan jika kita pergi ke sana, karena kesalahan kita. Yesus membuat jalan bagi saudara dan saya melalui penumpahan darah-Nya yang berharga. Saudara bisa bebas dari segala dosa saudara dan menjadikan Surga rumah kekal saudara selamanya. Terima Yesus ke dalam hidup saudara. Dia akan menyembuhkan patah hati saudara dan membebaskan saudara dari obat-obatan, alkohol, penyakit dan segala dosa. Jika Tuhan bisa membebaskan saya, Dia juga dapat membebaskan
saudara. Saudara terkasih, saya adalah saksi hidup: Ada Neraka. Saya telah berjalan di sana, saya
telah  menjerit, berteriak, menangis, meratap, kertak gigi, memohon kepada Allah supaya tidak memerintahkan Malaikat Maut untuk meninggalkan saya di Neraka. Lebar jalan yang
menuju ke neraka dan kehancuran, tapi sempit jalan yang menuju kepada hidup kekal (Mat 7:13). Pilih hidup bersama-Nya, terima Dia ke dalam hati saudara hari ini. Besok mungkin sudah terlambat.

 DOAKAN DOA ORANG BERDOSA INI  SEKARANG

Saya mohon saudara menerima-Nya sekarang di dalam hati Anda. Ucapkan doa orang berdosa ini bersama saya. Saudara bisa diselamatkan sekarang.
"Tuhan Yesus, ampunilah dosa-dosa saya. Basuhlah saya di dalam DarahMu yang berharga sekarang. Saya akan hidup untukMu seumur hidup saya. Saya akan mematuhi
panggilan Tuhan dan memilih kehendakMu atas hidup saya. Terima kasih Yesus karena telah mencintai saya dan mengampuni saya dari semua dosa saya. Amin. "
saya mengasihi saudara dan Yesus mengasihi saudara,

Aline Baxley

Halaman 10


Sejak kecelakaan mobil dan pengalaman yang mengubah hidup pada tahun 1974, saudari aline telah menjadi penginjil misionaris penuh-waktu, membagi kesaksiannya kepada bangsa-bangsa di dunia.
Aline Baxley adalah adik dari penginjil Bill Baxley.
Baca kesaksiannya
Exploits oleh Bill Baxley


Tidak ada komentar:

Posting Komentar