Laman

Minggu, 30 April 2017

Tanda-tanda terbentuknya New World Order semakin nyata!


Tanda-tanda terbentuknya New World Order semakin nyata!

Shalom sahabat CAZ,
Sebuah replika dari lengkungan Romawi yang pernah berdiri di depan Kuil Baal didirikan Pemerintah Dunia untuk KTT Dubai pekan ini.
Replika ini berasal dari Roman Victory Arch berdiri selama 1.800 tahun di Palmyra, Suriah, sampai dihancurkan oleh ISIS pada bulan Oktober 2015.
arch-syria
arch of baal – Syria
Replika ini diciptakan tahun lalu oleh Institute for Digital Archaeology (IDA), sebuah proyek bersama universitas Oxford dan Harvard. Berbasis di Uni Emirat Arab, KTT internasional ini bertujuan untuk dialog global di mana para pemimpin di pemerintahan, bisnis, dan teknologi membahas bagaimana pemerintah beroperasi dan bagaimana kebijakan dibuat.
KTT pertama, diselenggarakan pada tahun 2013, dihadiri oleh mantan Presiden AS Barack Obama, mantan Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-Moon, dan para pemimpin dunia lainnya.
Meskipun artefak Romawi diciptakan di kota metropolitan Arab modern mungkin tampak aneh, Rabbi Pinchas Winston, seorang penulis produktif dan ahli Akhir Zaman, melihat makna yang lebih dalam di dalamnya yang sangat relevan saat ini.
Ia melihat hubungan Roma dan Uni Emirat Arab dari ideologis dan spiritual. Lebih lanjut ia mengatakan bahwa “Lengkungan Romawi di Dubai ini merupakan  simbolis yang mengikat mereka berdua bersama-sama: Ismail, orang-orang Arab, dan Edom, yang dicontohkan oleh Roma.”
Lengkungan asli di Palmyra, dibangun oleh Kaisar Romawi Septimius Severus, berdiri di depan sebuah kuil yang sudah ada sebelumnya yang digunakan oleh masyarakat Mesopotamia untuk menyembah berhala dewa Bel, sering disebutkan dalam Alkitab sebagai Ba’al.
Ia mendirikan kembali bukit-bukit pengorbanan yang telah dimusnahkan oleh Hizkia, ayahnya; ia membangun mezbah-mezbah untuk Baal, membuat patung Asyera seperti yang dilakukan Ahab, raja Israel, dan sujud menyembah kepada segenap tentara langit dan beribadah kepadanya. ~II Raja-raja 21: 3
Rabbi Jonathan ben Uziel, seorang rabbi di abad pertama pernah mengatakan bahwa Ismael dan Esau akan muncul kembali di akhir zaman. (Baca nubuatannya di sini). Ini merupakan bukti hubungan spiritual antara dunia yang berbeda tetapi ditemukan dalam kerja sama politik.
Hal ini bahkan kita bisa lihat dari penguatan hubungan Vatikan dengan Presiden Iran dan Presiden Palestina.
Rabbi Winston menjelaskan bahwa ada pola dasar biblikal di sini. Edom keinginan untuk menguasai dunia dipersonifikasikan oleh Roma. Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa
“Dorongan untuk satu pemerintahan dunia akan kembali ke Menara Babel, dimana orang-orang mencoba untuk menempatkan kekuatan di tangan orang kaya, kuat, dan arogan,” katanya.
Juga kata mereka: “Marilah kita dirikan bagi kita sebuah kota dengan sebuah menara yang puncaknya sampai ke langit, dan marilah kita cari nama, supaya kita jangan terserak ke seluruh bumi.” ~Kejadian 11: 4
“Keinginan bangsa Arab untuk menguasai dunia adalah bagian dari agama mereka, hal ini juga sangat Romawi,” lanjut Rabbi Winston. “Aturan Dunia adalah agama yang kaya dan berkuasa.”
Replika gerbang penyembahan berhala ini bukan pertama kalinya muncul di sejaran negara-negara Modern. Replika gerbang Baal untuk pertama kalinya dipamerkan di London pada 19 April selama UNESCO Heritage Week (minggu warisan UNESCO), yang bertepatan dengan Beltane, festival okultisme terbesar untuk menyembah Baal.
Beberapa bulan kemudian, tepatnya bulan September, Replika yang sama di pamerkan di New York City.
Pandangan Yudaisme
Dalam Traktat Sanhedrin (78a), Talmud mengatakan bahwa saah satu tanda Mesianik adalah lengkungan romawi akan dihancurkan dan dibangun kembali.
Baal - New York
Baal – New York
Baal - London
Baal – London
Institute for Digital Archaeology (IDA) telah mengkonfirmasi bahwa mereka akan menciptakan 1000 replika untuk disebar di beberapa negara. Sudah pasti, tempat dimana replika-replika ini ditempatkan memiliki spirit, visi, dan ambisi yang sama. Hal ini bisa dibuktikan, dari prinsip sekularisme liberal di negara-negara yang memamerkannya.
Sebut saja di London dan Amerika, atas nama kebebasan, budaya Barat telah memasukkan unsur-unsur ekstrim yang serius seperti pengorbanan anak dan pesta pora, LGBT, aborsi, dan masih banyak nilai-nilai yang tidak Alkitabiah.

Sumber :
Catatan Akhir Zaman



Tidak ada komentar:

Posting Komentar