Apa maksud Yohanes Pembaptis ketika dia berkata tentang Yeshua, “Lihatlah, Anak Domba Elohim!”
Untuk memahami, Anda harus mengetahui bahwa ada kurban-kurban untuk penghapus dosa di Bait Suci, dan kurban-kurban ini bermula sejak Torah Musa dan sudah digambarkan sebelumnya pada peristiwa Ishak dipersembahkan oleh Abraham.
Pada waktu eksodus dari Mesir, supaya diselamatkan dari Malaikat Maut, bangsa Israel harus memakan anak domba Paskah dan mengoleskan darahnya pada tiang-tiang pintu rumah di mana mereka makan Paskah.
Sekarang, melompat maju kepada peristiwa Perjamuan Terakhir Yeshua, makan Paskah. Pada waktu makan petang Paskah itu, Dia-lah sesungguhnya Anak Domba Elohim.
Yeshua berkata dengan penuh hasrat, “Dengan kerinduan Aku berhasrat untuk makan Paskah ini bersamamu sebelum Aku menderita.” (Lukas 22:15)
Sama halnya seperti kegembiraan orang-orang Kristen merayakan Natal, orang-orang Amerika menyukai makanan Thanksgiving, umat Muslim menyambut hari raya Idul Fitri, umat Hindu bergembira dalam perayaan-perayaan mereka, demikian juga orang-orang Yahudi menikmati makanan dan persekutuan seder Paskah. (Seder artinya “tatanan”, karena ada liturgi yang berhubungan dengan makanan yang memperingati pembebasan bangsa Israel dari perbudakan Mesir.)
Meskipun Yeshua dituduh sebagai seorang rakus dan pemabuk karena bergaul dengan orang-orang berdosa, Yeshua bukanlah seseorang yang menyerahkan diri-Nya kepada nafsu makan yang berlebihan. Namun catatan ayat tersebut mengatakan, mengungkapkan hasrat-Nya yang kuat, Yeshua sangat menantikan makan Paskah dari penderitaan-Nya ini.
Ada empat catatan tentang penetapan Perjamuan Tuhan: dalam Injil Sinoptik – Matius 26, Markus 14, dan Lukas 22 – dan catatan Paulus dalam 1 Korintus 11.
Lukas 22:15,16 Dan Dia berkata kepada mereka, “Dengan kerinduan Aku berhasrat untuk makan Paskah ini bersamamu sebelum Aku menderita. Sebab Aku berkata kepadamu bahwa Aku sekali-kali tidak akan lagi makan dari padanya, sampai bilamana telah digenapi di dalam kerajaan Elohim.”
“Dengan kerinduan Aku berhasrat “ adalah sebuah ungkapan Ibrani yang diucapkan oleh Tuhan Ibrani kita, yang artinya, “Aku mendambakannya dengan sungguh-sungguh,” atau “Aku sangat menginginkannya.”
Mari kita coba bayangkan sebagian dari banyak alasan mengapa Yeshua sungguh-sungguh mengantisipasi dan sangat menginginkan makanan ini:
  • Sebagai seorang anak dan orang dewasa Yahudi, Dia menikmati pergi ke Yerusalem untuk perayaan seder Paskah ini, seperti kebiasaan keluarganya selama tiga dekade. Begitu banyak kenangan dan pikiran-pikiran ada dalam pikiran-Nya saat Dia memikirkan arti penting dari semuanya yang diperingati oleh makanan ini. Secara progresif, Dia menyadari bahwa Dia akan menjadi penggenapan profetik, bahkan perwujudan seluruh elemen-elemen Paskah.
  • Karena Dia tahu saat-Nya bagi Dia meninggalkan murid-murid-Nya, Yeshua berkeinginan untuk bersekutu dan menghibur mereka dalam kebersamaan, dan mengambil bagian dari salah satu hak istimewa dari warisan Yahudi tersebut. Yeshua adalah manusia dan juga Tuhan, dan sebagai seorang putra sulung Israel yang terbesar, Dia tidak pernah meremehkan Hari-hari Raya YHWH. Dia juga menghargai berkat-berkat dari acara-acara sosial karena, bagaimanapun juga, mujizat pertama-Nya dilakukan pada saat perkawinan.
  • Salah satu kegembiraan besar dalam hidup adalah menantikan untuk berkumpul di sekitar meja makan bersama orang-orang yang kita cintai.
  • Tapi juga yang sangat penting, Dia secara lahiriah akan mempersiapkan kekuatan fisik-Nya dari makanan ini supaya Dia bisa menanggung pencobaan-pencobaan terberat yang akan segera Dia hadapi dalam beberapa jam ke depan.
  • Yeshua berpikiran mempergunakan kesempatan ini untuk mempersiapkan murid-murid-Nya menjelang penderitaan-Nya, dan untuk menegaskan lebih banyak lagi kepastian bahwa Dia akan segera dikhianati dan disalibkan, supaya mereka secara mental, emosional dan fisik dipersiapkan untuk guncangan dan pencobaan.
  • Alasan terbesar bahwa Yeshua sangat ingin menyelenggarakan seder Paskah ini adalah, bahwa Dia bersiap untuk mengubah tatanannya! Dia bermaksud untuk menyelenggarakan Perjamuan Tuhan, peristiwa paling khidmat dan menakjubkan, karena penulisan liturgi yang dilakukan selama beberapa generasi adalah seperti ini: selama berabad-abad orang-orang Yahudi berkata tentang roti tidak beragi, “Inilah roti penderitaan;” sekarang Yeshua akan memperjelas roti penderitaan ini dengan maknanya yang sepenuhnya, “Inilah tubuh-Ku yang dihancurkan bagi kamu.” Bahkan sampai hari ini, roti tidak beragi, yang disebut matzah, ditusuk dan berbilur-bilur seperti tubuh Yeshua yang dihancurkan dan memar-memar selama kesengsaraan-Nya untuk melakukan penebusan bagi dosa-dosa umat manusia.
matzah-pierced
Matzah ditusuk-tusuk
matzah-stripes
Bilur-bilur matzah
Dan tentang cawan anggur, Yeshua mengubah liturgi dengan mengatakan, “Inilah darah Perjanjian Baru,” [Brit Chadashah, dalam bahasa Ibrani, menggenapi Yeremia 31:31], “yang dicurahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa.” Yeshua berkata bahwa Dia tidak akan meminumnya lagi, sampai seder ini akan diubah menjadi Perjamuan Kawin Anak Domba.
matzah
Dengan demikian, makanan untuk memperingati eksodus bangsa Israel dari Mesir diubah menjadi Perjamuan Tuhan untuk mengingat kematian-Nya dan untuk memperingati eksodus kita, keluar dari belenggu dosa, dan pada finalnya itu akan menjadi Perjamuan Kawin Anak Domba, ketika tujuan kekal Elohim akan mencapai puncak kemenangannya.
Di meja Yeshua di Ruangan Atas, semuanya ini tidak mudah dicerna, secara spiritual. Kata-kata-Nya sangat baru dan radikal, namun itu adalah rencana  Elohim sejak fondasi dunia. Semua penderitaan-Nya adalah ungkapan kasih kepada umat-Nya dan kepedulian akan kesejahteraan dan penebusan mereka.
“Hasrat untuk Rumah-Mu, telah menghanguskan Aku!” Mazmur 69:9
Penjelasan Adam Clarke tentang Alkitab juga menjelaskan dimensi kasih yang menggarisbawahi pemikiran Tuhan ketika Dia berkata, “Dengan kerinduan Aku berhasrat.” “Makna dari Tuhan kita nampaknya adalah, bahwa, dengan tujuan menebus dunia yang terhilang oleh darah-Nya, Dia sangat merindukan waktu di mana Dia dapat mempersembahkan diri-Nya. Kasih yang seperti itu, yang dilakukan Yesus yang kudus bagi umat manusia. Perjamuan Makan Paskah ini dirayakan satu kali, dengan antisipasi, sebelum pengurbanan berdarah dari korban keselamatan, dan sebelum penebusan, itu ditetapkan Yeshua untuk diperingati; seperti Paskah figuratif yang serupa, yang sebelumnya dirayakan pada waktu sebelum eksodus dari Mesir, dan pembebasan umat pilihan Elohim.”
Ini bukan seder Paskah yang biasa. Yeshua mengorkestrasinya untuk menghasilkan doktrin-doktrin kebenaran yang besar, dan dalam kesempatan itu, Dia juga meluangkan waktu dan usaha untuk mengajarkan kepada murid-murid-Nya yang bertengkar tentang siapakah yang terbesar di antara mereka, dengan memberikan teladan: Dia membasuh kaki mereka.
Dan seolah-olah semuanya ini belum cukup, sementara menetapkan seder Perjamuan Tuhan, Yeshua juga harus berhadapan dengan pengkhianat-Nya.
Matius 26:21 Dan ketika mereka sedang makan, Dia berkata, “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, bahwa seorang dari antaramu akan mengkhianati Aku,” sambil Dia memberikan potongan roti terbaik dari meja itu kepada Yudas, sesudah Dia mencelupkannya.
Dengan penyerahan roti itu, Yeshua menyerahkan diri-Nya.
Dan sesudah potongan roti itu, kemudian Satan masuk ke dalam Yudas.
Beban yang ditanggung Yeshua sangatlah luar biasa. Dan sesudah penetapan Perjamuan Tuhan itu, Dia mulai memasuki penderitaan-Nya